Di tengah meningkatnya frekuensi bencana alam, kemampuan untuk memantau kondisi secara mandiri menjadi kebutuhan yang tak bisa ditawar. Begitu hujan ekstrem melanda Sumatera Utara (Sumut) sejak 24 November lalu, masyarakat Sibolga dan Tapanuli dengan cepat merasakan dampaknya. Bahkan, hujan ekstrem telah meluas ke wilayah Aceh dan Sumatera Barat (Sumbar). Air banjir menerjang dataran rendah, longsor memutus akses jalan, dan ribuan warga harus mengungsi.
Di saat informasi bergerak cepat dan situasi berubah setiap jam, gawai di tangan justru dapat menjadi alat keselamatan utama, salah satunya melalui Google Maps. Jika dirunut secara geospasial, data Pusdalops BNPB per Rabu 26 November 2025 pukul 07.00 WIB menunjukkan pola yang khas: banjir terkonsentrasi di pesisir dan bantaran sungai, sementara longsor merusak lereng-lereng curam di bagian utara Sumatera. Sibolga menjadi salah satu titik paling rawan, kombinasi dari topografi terjal, alur sungai pendek, serta sistem drainase urban yang terbatas. Dalam kondisi seperti ini, informasi lokasi banjir menjadi sangat penting bagi masyarakat untuk menentukan rute aman, titik evakuasi, atau sekadar memastikan keselamatan keluarga.
Baca juga: Radar dan Peta Bongkar Pola Banjir-Longsor di Sibolga-Tapanuli
Memantau Banjir secara Real Time melalui Google Maps
Google Maps kini juga menjelma menjadi platform pemantau krisis. Fitur Crisis Alert yang mereka kembangkan memungkinkan pengguna melihat peringatan bencana secara langsung di peta. Ketika krisis terjadi, sistem akan menampilkan notifikasi, area terdampak, hingga informasi keselamatan resmi dari pihak berwenang.
Beberapa jenis bencana yang dapat dipantau, antara lain gempa bumi, badai atau angin topan, badai tropis, kebakaran hutan, dan banjir. Di wilayah seperti Aceh, Sumut, dan Sumbar, fitur ini sangat membantu karena banjir dapat muncul dan meluas dalam waktu singkat. Masyarakat pun bisa memantau banjir dengan mudah.
Begini cara untuk memantau bencana di Google maps:
- Buka aplikasi Google Maps pada ponsel.
- Perbesar (zoom in) wilayah Sumatera Utara, khususnya area Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Utara.
- Jika terdapat krisis banjir, Google Maps akan menampilkan ikon atau simbol khusus, biasanya berupa simbol peringatan berwarna mencolok.
- Ketuk ikon tersebut untuk membuka detail peringatan. Anda akan melihat ringkasan peristiwa, nomor darurat, rekomendasi keselamatan, dan visualisasi area terdampak.
