Di tengah kemajuan teknologi pemetaan bawah laut dan pemodelan tiga dimensi, sejarah yang selama ini tenggelam perlahan kembali ke permukaan melalui pendekatan ilmiah berbasis data spasial. Upaya arkeologi bawah laut di Pelabuhan Timur Alexandria, Mesir membuka lembaran baru penelitian warisan dunia kuno setelah 22 balok batu raksasa dengan berat hingga 80 ton berhasil diangkat dari dasar laut.
Struktur tersebut teridentifikasi sebagai bagian dari mercusuar legendaris Pharos of Alexandria, salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno. Dilansir dari GBN Britain's News Chanel, bangunan monumental ini secara historis didirikan pada awal abad ke-3 SM oleh Dinasti Ptolemaik Mesir Kuno pada masa pemerintahan Ptolemaios II Philadelphos (280–247 SM).
Setelah berhasil diangkat ke permukaan, penelitian memasuki fase baru yang lebih kompleks. Situs arkeologi ini menjadi bagian dari proyek internasional Pharos yang dipimpin oleh arkeolog Isabelle Hairy, dengan tujuan mengembangkan digital twin atau rekonstruksi virtual berpresisi tinggi dari mercusuar tersebut.
