Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia bersama Radio Sonora resmi merilis Peta Resmi Jalur Lebaran 2026 edisi ke-29 guna menjamin kelancaran mobilisasi masyarakat. Panduan navigasi fisik ini hadir sebagai respons strategis atas prediksi lonjakan pergerakan pemudik yang mencapai 143,9 juta orang pada tahun ini.
Peluncuran dan pembagian peta dilakukan secara simbolis di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Kamis pagi, 12 Maret 2026. Sejumlah pemangku kepentingan sektor transportasi turut hadir untuk membagikan peta tersebut secara langsung kepada para pengendara yang melintas di jantung ibu kota.
Strategi Infrastruktur dan Mitigasi Bencana
Persiapan infrastruktur jalan menjadi fokus utama dalam peta panduan tahun ini. Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah I Kementerian Pekerjaan Umum, Hendro Satrio, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi yang informasinya telah terintegrasi dalam peta tersebut.
Kementerian Pekerjaan Umum menerapkan strategi khusus, terutama untuk wilayah yang memiliki kerentanan bencana alam tinggi. "Kami memastikan seluruh ruas jalan nasional dalam kondisi mantap dan tidak ada lubang. Kedua adalah mengidentifikasi lokasi rawan bencana dan menyiapkan alat-alat DRU, Disaster Relief Unit, pada ruas-ruas jalan nasional," jelas Hendro dikutip dari Sonora.id.
Kepala Humas PT Jasa Raharja, I Komang Gde Artha N., menekankan pentingnya pemeriksaan kelaikan angkutan umum sebelum arus mudik memuncak. "Preventifnya kami terkait dengan keselamatan, kami melakukan ramp check pada kendaraan umum yang nanti melakukan perjalanan mudik. Kami memastikan kendaraan tersebut layak jalan, begitu juga dengan pengemudinya," ungkap Komang.
Selain kesiapan jalur, aspek keselamatan penumpang menjadi perhatian serius PT Jasa Raharja. Instansi ini telah menyiapkan pos pelayanan terpadu (Posyanter) di sepanjang jalur mudik yang dilengkapi dengan dasbor informasi rumah sakit dan SPBU terdekat. Kehadiran Posyanter sangat krusial mengingat perjalanan jauh akan sangat berpengaruh pada kondisi fisik pengemudi yang menghadapi kemacetan panjang.
Kegunaan dan Cara Mendapatkan Peta Resmi Jalur Lebaran 2026
Peta Resmi Jalur Lebaran 2026 dicetak sebanyak 100.000 eksemplar. Dokumen ini memuat informasi vital, mulai dari pengaturan operasional Tol Trans Jawa, titik stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKLU), jadwal tiket feri online, hingga daftar nomor telepon darurat Korlantas Polri.
Direktur Radio Sonora, Viliny Lesmana, menyatakan bahwa kolaborasi ini memperkuat posisi media sebagai penyedia informasi lalu lintas yang tepercaya. Dengan tema "Mudik Nyaman Bersama", seluruh pihak bekerja sama agar masyarakat tiba di tujuan dengan selamat.
“Radio Sonora memiliki semangat dan tujuan yang sama dengan Kementerian Perhubungan Rl, dimana kami ingin mengupayakan perjalanan mudik yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi keluarga Indonesia. Untuk itu, Peta Resmi Jalur Lebaran 2026 ini bisa menjadi salah satu panduan dalam melakukan perjalanan mudik yang nyaman dengan menggunakan moda transportasi darat," jelas Viliny.
Masyarakat dapat memperoleh peta ini secara cuma-cuma melalui:
- Jaringan Radio Sonora dan tim liputan arus mudik.
- Direktorat Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Kemenhub.
- Posko mudik Kepolisian RI dan penyeberangan Merak–Bakauheni.
- Cabang Toko Buku Gramedia (Gajahmada, Central Park, MKG, Mal Ciputra, Matraman, dan lainnya).
Puncak arus mudik sendiri diprediksi terjadi pada 16 hingga 18 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan berlangsung dalam dua gelombang, yakni pada 25–26 Maret dan 28–29 Maret 2026.
