Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home BMKG BMKG Gandeng Perusahaan Satelit Prancis untuk Perk...
BMKG

BMKG Gandeng Perusahaan Satelit Prancis untuk Perkuat Pemantauan Cuaca Maritim

BMKG Gandeng Perusahaan Satelit Prancis untuk Perkuat Pemantauan Cuaca Maritim

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama perusahaan teknologi observasi bumi asal Prancis, Collecte Localisation Satellites (CLS), resmi melaksanakan serah terima Final Detailed Design Documentation (FDDD) untuk proyek Marine Meteorological System Phase 2 (MMS-2) Paket 3 di Kantor Pusat BMKG, Jakarta, Kamis 2 April 2026. Penyerahan dokumen desain final ini menandai rampungnya tahap perencanaan teknis secara menyeluruh dan menjadi landasan utama sebelum proyek memasuki fase implementasi perangkat, instalasi sistem, hingga operasionalisasi layanan meteorologi maritim nasional.

Langkah tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat kapasitas pemantauan cuaca laut Indonesia, mengingat wilayah perairan nasional yang sangat luas dan kompleks. Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau, Indonesia memiliki jalur laut vital yang menghubungkan berbagai wilayah strategis. Perairan Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Banda, hingga Samudra Hindia memiliki karakter atmosfer dan oseanografi yang berbeda-beda sehingga membutuhkan sistem pemantauan yang terintegrasi dan presisi.

Integrasi data spasial dari satelit, coastal buoy, serta sensor laut menjadi kunci untuk memetakan perubahan cuaca secara real time. Sistem MMS-2 dirancang untuk memperluas cakupan observasi hingga ke titik-titik maritim yang selama ini masih minim pemantauan, terutama di jalur pelayaran padat dan kawasan yang rawan cuaca ekstrem.

BMKG menjelaskan bahwa program STR-2 yang dimulai sejak 2018 merupakan fondasi MMS-2, yang berfokus pada penguatan layanan meteorologi sektor maritim melalui pemanfaatan teknologi big data dan artificial intelligence (AI). Pendekatan ini memungkinkan analisis spasial yang lebih rinci terhadap pola angin, tinggi gelombang, distribusi awan, hingga potensi badai di kawasan perairan nasional.

Dalam pengembangannya, MMS-2 akan memperkuat jaringan observasi nasional melalui pemanfaatan coastal buoys yang ditempatkan di titik-titik strategis perairan Indonesia. Perangkat ini berfungsi mengumpulkan data geospasial laut, seperti tekanan udara, suhu permukaan laut, arah angin, dan tinggi gelombang. Seluruh data tersebut kemudian diintegrasikan dengan citra satelit resolusi tinggi dari CLS untuk membangun model prakiraan berbasis AI yang mampu menghasilkan prediksi cuaca dengan jangkauan waktu lebih panjang dan tingkat akurasi yang lebih tinggi.

Nantinya, sistem ini akan memegang peran penting dalam mendukung keselamatan pelayaran, aktivitas perikanan, serta pengelolaan sumber daya laut sebagai bagian dari agenda ekonomi biru nasional 2025–2029. Dengan cakupan data yang lebih luas dan akurat, BMKG diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan informasi meteorologi maritim sekaligus memperkuat ketahanan nasional terhadap risiko bencana hidrometeorologi di kawasan pesisir dan laut Indonesia. 

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!