Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Afrika Aljazair Luncurkan Satelit Pengamat Bumi ALSAT-3A,...
Afrika

Aljazair Luncurkan Satelit Pengamat Bumi ALSAT-3A, Apa Fungsinya?

Aljazair Luncurkan Satelit Pengamat Bumi ALSAT-3A, Apa Fungsinya?

Aljazair resmi memperkuat kemampuan pengindraan jauh nasional dengan meluncurkan satelit observasi Bumi terbarunya, ALSAT-3A. Peluncuran yang berlangsung di Jiuquan Satellite Launch Centre, Tiongkok ini menandai langkah penting dalam kemitraan ruang angkasa Aljazair–Tiongkok serta perluasan infrastruktur satelit negara Afrika Utara tersebut.

DefenseMirror.com melaporkan bahwa roket Long March-2C meninggalkan Landasan 94 tepat pukul 12.01 waktu setempat, membawa ALSAT-3A menuju orbit sinkron Matahari. Proses peluncuran berjalan mulus, dan tak lama kemudian pusat kendali misi mengonfirmasi satelit telah berada pada orbit yang ditetapkan. Misi ini menjadi peluncuran ketiga Tiongkok pada tahun 2026 dan misi ke-85 bagi Long March-2C.

Mendukung Penataan Ruang dan Mitigasi Bencana Aljazair

Dilansir dari Space in Africa, ALSAT-3A dikembangkan bersama oleh China Academy of Space Technology (CAST) dan China Great Wall Industry Corporation (CGWIC), bekerja sama erat dengan Badan Antariksa Aljazair (ASAL). Satelit ini dirancang untuk memperkuat pemanfaatan citra pengindraan jauh bagi penataan ruang, pemantauan sumber daya, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Hal ini menjadi aspek krusial bagi Aljazair yang memiliki bentang alam luas dan tantangan iklim yang beragam.

Peluncuran ALSAT-3A merupakan bagian dari kontrak komprehensif yang diteken pada Juli 2023, mencakup pembangunan dua satelit pengindraan jauh optik, pembangunan stasiun bumi, serta pelatihan teknis. Model kerja sama berbentuk turnkey seperti ini menjadi ciri program antariksa Tiongkok dalam membantu negara-negara di Afrika mengembangkan kapasitas satelit secara mandiri dan cepat.

Misi ALSAT-3A juga berada dalam payung Algeria-China Strategic Cooperation Plan 2022–2026, di mana teknologi antariksa menjadi salah satu fokus utama. Tiongkok menyebut peluncuran ini sebagai contoh nyata kemitraan antariksa dalam kerangka Belt and Road Initiative, yang selama ini diikuti aktif oleh Aljazair.

Kerja sama kedua negara bukan hal baru. Pada 2017, Tiongkok meluncurkan Alcomsat-1, satelit komunikasi pertama Aljazair, yang sejak itu memperluas akses telekomunikasi bagi ribuan sekolah dan fasilitas kesehatan. Program tersebut juga melatih lebih dari 300 teknisi Aljazair dalam pengoperasian dan perawatan satelit.

Dengan mengorbitnya ALSAT-3A, Aljazair menambah infrastruktur antariksa nasional sekaligus memperluas kemampuan teknis dalam memanfaatkan data pengindraan jauh. Peluncuran ini menjadi contoh bagaimana negara berkembang dapat mempercepat penguasaan teknologi satelit melalui kolaborasi internasional.

Masuknya ALSAT-3A ke orbit menambah jumlah satelit Afrika menjadi 67 unit. Keberadaannya sekaligus memperkuat armada Satelit Pengamatan Bumi yang digunakan untuk menghadapi tantangan regional, seperti pertanian, pengelolaan sumber daya alam, hingga mitigasi bencana.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login dan berlangganan untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!