Kreator konten teknologi otomotif Garage Tinkering sukses mewujudkan ide yang terdengar mustahil dengan membangun mini map atau peta mini dari game Need for Speed Underground 2 untuk digunakan langsung di mobil Nissan 350Z miliknya. Peta mini yang selama ini hanya menjadi elemen visual di layar video game balap tersebut kini benar-benar hadir dan berfungsi di dunia nyata.
Perangkat itu mampu melacak posisi kendaraan melalui GPS dan menampilkan jalanan sekitar lengkap dengan berbagai ikon di jalan raya, menyerupai tampilan navigasi di dalam game. Sensasinya menghadirkan pengalaman berkendara yang terasa seperti berada di dunia virtual, tetapi berlangsung di jalan sungguhan.
Menariknya, sistem tersebut tidak dirancang menggunakan perangkat mahal atau komputer berspesifikasi tinggi. Ia hanya memanfaatkan mikrokontroler ESP32 yang harganya sekitar US$20 atau setara Rp350.000. Meski berukuran kecil dan sederhana, perangkat ini dipaksa bekerja keras untuk memproses sekitar 236 GB data peta yang tersimpan di kartu SD. Di sinilah, tantangan besar proyek ini dimulai karena keterbatasan perangkat keras harus diimbangi dengan efisiensi pemrograman dan manajemen data yang cermat.
Melalui video bertajuk “I Built a Real Mini Map from Need for Speed” yang diunggah di kanal YouTube miliknya, ia menjelaskan proses pembangunan basis peta menggunakan software QGIS. Data jalan, bangunan, sungai, dan berbagai elemen geografis diperoleh dari Ordnance Survey, lembaga pemetaan resmi Inggris. Sementara itu, lokasi tambahan, seperti SPBU, diambil dari OpenStreetMap. Data tersebut kemudian difilter menggunakan skrip Python untuk mengekstrak titik-titik dengan kategori bahan bakar agar ikon SPBU dapat muncul sesuai kebutuhan.
Setelah seluruh data terkumpul, peta dipecah menjadi jutaan potongan kecil atau tile, menyerupai cara kerja layanan peta digital modern. Awalnya, ia memperkirakan jumlahnya hanya ratusan ribu file, tetapi rupanya mencapai lebih dari 2,5 juta gambar. Untuk menghemat ruang penyimpanan, area kosong, seperti laut, dihapus sehingga hanya wilayah relevan yang disimpan. Ketika diuji di jalan raya, hasilnya sangat mengesankan. Posisi mobil tampil akurat, tikungan dan bundaran terbaca jelas, serta ikon SPBU muncul tepat saat kendaraan mendekat.
Menariknya, seluruh kode yang digunakan pun bersifat open-source sehingga siapa pun dapat mencoba membangun versi mereka sendiri. Proyek ini menjadi bukti bahwa kreativitas, pemanfaatan data peta terbuka, dan perangkat sederhana dapat menghasilkan inovasi teknologi yang luar biasa. Lebih dari sekadar nostalgia game balap, proyek ini menunjukkan bagaimana dunia virtual dapat diadaptasi ke dalam pengalaman berkendara nyata melalui sentuhan teknologi dan ketekunan eksperimen.