Di tengah tantangan luasnya wilayah laut Indonesia dan meningkatnya kebutuhan efisiensi energi, TNI Angkatan Laut mulai mengubah pendekatan patroli maritim dengan mengintegrasikan teknologi dan sumber energi alternatif. Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Muhammad Ali, menyatakan bahwa penggunaan bahan bakar minyak (BBM) akan ditekan melalui pemanfaatan drone dan kapal selam otonom (KSOT), tanpa mengurangi efektivitas pengawasan laut.
Dilansir dari Antara, Ali menyebutkan bahwa drone menjadi instrumen penting untuk memantau permukaan laut secara luas dan real-time, terutama di wilayah rawan yang sulit dijangkau kapal patroli. Sementara itu, KSOT berfungsi sebagai sistem pengindraan bawah laut yang mampu mengumpulkan data strategis, seperti kondisi batimetri, aktivitas kapal asing, hingga potensi ancaman tersembunyi. Pemanfaatan kedua teknologi ini dinilai sangat efektif dan efisien karena mampu memperluas cakupan pengawasan sekaligus mengurangi konsumsi BBM. Dengan demikian, peran kapal perang Republik Indonesia (KRI) tetap optimal, tetapi lebih fokus pada operasi strategis yang membutuhkan kehadiran langsung.
