Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Astronomi Peta Global Terbaru Ungkap Bulan Terus Menyusut da...
Astronomi

Peta Global Terbaru Ungkap Bulan Terus Menyusut dan Ciptakan Retakan Baru

Peta Global Terbaru Ungkap Bulan Terus Menyusut dan Ciptakan Retakan Baru

Bulan terus menyusut dan menunjukkan aktivitas tektonik yang menciptakan retakan baru di permukaannya. Temuan terbaru mengonfirmasi bahwa satelit alami Bumi ini masih mengalami perubahan struktural aktif yang berpotensi memicu gempa bulan atau moonquake.

Studi yang dipublikasikan dalam The Planetary Science Journal berhasil menyusun peta global pertama mengenai fitur geologis kecil di dataran gelap Bulan, yang dikenal sebagai small mare ridges (SMR). Fitur ini menjadi bukti geologis kuat bahwa kontraksi permukaan Bulan masih berlangsung hingga saat ini.

Berbeda dengan Bumi yang memiliki lempeng tektonik aktif, Bulan hanya memiliki satu kerak tunggal yang terus mendingin. Proses pendinginan ini menyebabkan Bulan menyusut dan menghasilkan gaya kompresi dari dalam. Tekanan tersebut menciptakan bentukan geologi khas, seperti lobate scarps (tebing melengkung) dan SMR.

Peta Global Terbaru Ungkap Bulan Terus Menyusut dan Ciptakan Retakan Baru - Gambar 1
Penampakan small mare ridge (SMR) di Northeast Mare Imbrium yang diambil menggunakan Lunar Reconnaissance Orbiter.

Cole Nypaver, peneliti geologi di Center for Earth and Planetary Studies milik National Air and Space Museum sekaligus penulis utama studi ini, menjelaskan bahwa pendokumentasian fitur serupa di maria Bulan secara luas merupakan langkah perdana yang krusial.

"Sejak era Apollo, kita tahu tentang banyaknya lobate scarp di dataran tinggi Bulan," ujarnya dikutip dari Science Daily pada Minggu, 22 Februari 2026.

Peta Baru dan Usia Geologis

Penelitian ini memberikan gambaran yang jauh lebih detail mengenai kondisi fisik Bulan. Tim peneliti berhasil mengidentifikasi lebih dari 1.100 segmen SMR baru yang sebelumnya belum terdeteksi. Temuan ini menambah total populasi SMR yang tersebar di sisi Bulan yang menghadap ke Bumi menjadi lebih dari 2.600 struktur.

Berdasarkan hasil analisis, struktur ini tergolong sangat muda dalam skala waktu geologi. Usia rata-rata SMR adalah sekitar 124 juta tahun. Usia ini hampir sebanding dengan lobate scarp yang diperkirakan berumur 105 juta tahun. Kesimpulannya, SMR merupakan salah satu struktur geologi termuda yang terbentuk akibat aktivitas tektonik Bulan.

Penemuan ini memiliki nilai strategis bagi rencana eksplorasi ruang angkasa di masa depan. Pemetaan wilayah SMR membantu para ilmuwan dan perencana misi untuk menentukan lokasi pendaratan yang lebih aman. Oleh karena gaya kompresi kerak pembentuk SMR berkaitan erat dengan gempa bulan, pemahaman mengenai area aktif sangat diperlukan untuk melindungi astronot dan infrastruktur pendaratan.

Nypaver menegaskan bahwa pengetahuan mendalam tentang aktivitas seismik Bulan akan menjamin keberhasilan ilmiah dari misi-misi mendatang. "Kami berada di masa yang sangat menarik bagi ilmu dan eksplorasi Bulan. Program eksplorasi Bulan mendatang seperti Artemis akan memberi banyak informasi baru tentang Bulan kita," katanya.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!