Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Sains Teknologi INDONAV Hadirkan Sistem LiDAR Baru Lewat AlphaAir...
Sains Teknologi

INDONAV Hadirkan Sistem LiDAR Baru Lewat AlphaAir 10 untuk Optimalkan Survei Lahan Sawit

INDONAV Hadirkan Sistem LiDAR Baru Lewat AlphaAir 10 untuk Optimalkan Survei Lahan Sawit

INDONAV sebagai dealer resmi CHCNAV di Indonesia menghadirkan sistem LiDAR AlphaAir 10 sebagai bagian dari langkah modernisasi praktik best management practice (BMP) di sektor perkebunan kelapa sawit. Kehadiran perangkat ini menjadi penanda penting dalam transformasi survei lahan, dari metode pemetaan konvensional menuju pendekatan geospasial berbasis sensor aktif yang lebih presisi, cepat, dan efisien. 

Secara teknis, AlphaAir 10 dirancang dengan bobot yang ringan sehingga dapat dipasang pada berbagai jenis unmanned aerial vehicle (UAV), baik multirotor drone maupun platform udara tanpa awak lainnya. Fleksibilitas ini memungkinkan proses pemetaan menjangkau area kebun yang luas dan sulit diakses melalui survei darat. 

Integrasi sensor RGB pada sistem tersebut turut memperkuat kualitas hasil pemetaan karena mampu menghasilkan visualisasi warna nyata dalam model tiga dimensi. Dengan demikian, kondisi kesehatan tanaman, pola pertumbuhan pohon, serta jaringan jalan dan infrastruktur kebun dapat diidentifikasi secara lebih jelas dan cepat.

INDONAV Hadirkan Sistem LiDAR Baru Lewat AlphaAir 10 untuk Optimalkan Survei Lahan Sawit - Gambar 1

Dilansir dari haisawit.co.id, keunggulan utama teknologi LiDAR terletak pada kemampuan sinyal laser untuk menembus celah kanopi daun kelapa sawit, sesuatu yang sulit dicapai oleh metode fotogrametri konvensional. Kemampuan ini sangat penting karena memungkinkan sistem merekam permukaan tanah asli dan membentuk model elevasi yang akurat. Data tersebut memberikan gambaran detail mengenai kontur lahan, kemiringan lereng, serta area yang berpotensi mengalami genangan atau erosi. 

Lebih jauh, data topografi yang dihasilkan AlphaAir 10 memiliki peran strategis dalam perencanaan sistem drainase dan terasering. Informasi elevasi yang presisi memungkinkan manajemen perkebunan menyusun jalur aliran air yang efektif, mencegah erosi tanah, serta mengoptimalkan distribusi pupuk agar penyerapan nutrisi tanaman lebih maksimal. Seluruh data ini dapat diintegrasikan dengan sistem geographic information system (GIS) dan teknologi GNSS untuk membangun basis data spasial yang lebih kuat.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!