Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Internasional Perusahaan GeoAI Tiongkok Berhasil Bongkar Pola Se...
Internasional

Perusahaan GeoAI Tiongkok Berhasil Bongkar Pola Serangan AS yang Menewaskan Ali Khamenei

Perusahaan GeoAI Tiongkok Berhasil Bongkar Pola Serangan AS yang Menewaskan Ali Khamenei

Operation Epic Fury menjadi titik balik dalam eskalasi konflik di Timur Tengah, ketika operasi udara gabungan Amerika Serikat berhasil menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Di balik serangan yang berlangsung cepat dan terkoordinasi, fakta terbaru justru terungkap dari analisis intelijen geospasial perusahaan GeoAI asal Tiongkok, MizarVision

Dalam laporannya, via Media Indonesia, MizarVision menjelaskan bahwa tiga fase serangan dalam Operation Epic Fury berhasil terungkap dengan memanfaatkan pergerakan pesawat tanker pengisian bahan bakar di udara. Pesawat tanker ini bisa diibaratkan sebagai “pom bensin terbang” yang memasok bahan bakar bagi pesawat tempur dan pengebom saat masih berada di udara. Oleh karena perannya sangat penting, jalur terbang tanker justru menjadi petunjuk utama untuk membaca arah dan pola serangan.

Berbeda dengan pesawat pengebom, seperti B-1B, B-2, dan B-52H, yang dirancang agar sulit terdeteksi radar, pesawat tanker KC-135 dan KC-46 masih memancarkan sinyal ADS-B, yaitu sinyal posisi penerbangan yang bisa dipantau secara publik melalui sistem pelacakan pesawat. Celah inilah yang dimanfaatkan oleh MizarVision. Dengan menggabungkan data lokasi pesawat, arah lintasan terbang, waktu kemunculan, serta pola pergerakan dari hari ke hari, perusahaan GeoAI asal Tiongkok tersebut mengklaim mampu menyusun kembali jalur operasi Epic Fury secara rinci.

Baca juga: Visualisasi 4D Serangan AS ke Iran Manfaatkan Open Intelligence Berbasis Geospasial, Begini Cara Kerjanya

Tiga Fase Kunci Serangan Operation Epic Furry

MizarVision menemukan bahwa fase awal operasi pada 1–5 Maret 2026 berpusat di kawasan Mediterania dan wilayah udara Israel. Area ini digunakan sebagai koridor persiapan serangan dan titik pembentukan superioritas udara sebelum penetrasi menuju Iran. Dugaan pengisian bahan bakar terhadap B-52H di atas Mediterania memperkuat indikasi adanya jalur serangan dari arah barat.

Saat memasuki fase berikutnya pada 9–14 Maret 2026, pusat aktivitas udara bergeser ke Arab Saudi dan kawasan Teluk. Pergeseran ini menunjukkan perubahan dari tahap persiapan menuju tahap serangan inti. Arab Saudi sendiri memainkan posisi vital, sebagai hub logistik udara, sementara Teluk menjadi jalur untuk mendukung pesawat B-1B dan B-2 yang bergerak menuju target-target strategis di Iran. 

Saat operasi mencapai puncaknya pada 15–17 Maret 2026, aktivitas tanker terdeteksi di atas Selat Hormuz bersamaan dengan masuknya pesawat E-3C Sentry. Keterhubungan antara sistem peringatan, pengeboman, dan pengisian bahan bakar menunjukkan integrasi operasi yang lengkap. Serangan kemudian meluas ke kapal Angkatan Laut Iran serta aset vital di Pulau Kharg, yang menjadi pusat ekspor minyak Iran. 

Melalui pendekatan GeoAI, jalur penyerangan yang semula tersembunyi kini dapat direkonstruksi dengan presisi yang mengejutkan. MizarVision berhasil memperlihatkan bahwa data spasial kini mampu membongkar strategi serangan udara modern, bahkan dalam kondisi tingkat ketidakpastian yang tinggi.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!