Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Sudan Warga Sudan Kirim Pesan SOS ke Dunia Lewat Google...
Sudan

Warga Sudan Kirim Pesan SOS ke Dunia Lewat Google Maps Terkait Kengerian yang Terjadi di El Fasher

Warga Sudan Kirim Pesan SOS ke Dunia Lewat Google Maps Terkait Kengerian yang Terjadi di El Fasher

Kabar memilukan datang dari jantung Afrika. Di tengah kekacauan politik dan konflik bersenjata yang tak berkesudahan, warga Sudan kini berjuang bukan hanya untuk bertahan hidup, melainkan juga untuk didengar oleh dunia. Di kota El Fasher, Darfur Barat, mereka menemukan cara yang tak biasa untuk menyampaikan pesan: melalui Google Maps. Ketika suara dan gambar dibungkam, peta menjadi satu-satunya ruang terbuka untuk berteriak meminta pertolongan.

Kota El Fasher kini menjadi simbol kengerian baru di Sudan. Wilayah tersebut baru saja jatuh ke tangan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF). Dilansir dari metrotvnews.com, dalam hitungan hari, lebih dari 2.000 warga sipil dilaporkan dieksekusi secara brutal. Video yang beredar menunjukkan aksi tak manusiawi, seperti penembakan jarak dekat terhadap warga yang duduk pasrah di jalanan.

Baca juga: Citra Satelit Ungkap Pembantaian Massal di Darfur setelah El Fasher Jatuh ke RSF

Bukti dari Humanitarian Research Lab Universitas Yale memperlihatkan pola kekerasan yang disengaja, termasuk pembakaran rumah dan pengusiran paksa terhadap komunitas Fur, Zaghawa, dan Berti. Data spasial juga menegaskan bahwa RSF bergerak secara sistematis, dari rumah ke rumah, dalam pola yang menunjukkan operasi pembersihan etnis.

Gambar 1

Ketika jalur komunikasi diblokir dan media dilarang meliput, warga Sudan beralih pada cara paling tak terduga: Google Maps. Titik-titik lokasi di kota El Fasher kini dipenuhi pesan-pesan menyayat hati, seperti “God Help Sudan” dan “Save Sudan”.

Dari perspektif geospasial, ini bukan sekadar vandalisme digital, tetapi bentuk perlawanan ruang atau geographic resistance, di mana ruang digital dimanfaatkan untuk menandai penderitaan nyata di dunia nyata. Peta menjadi media komunikasi global, tempat di mana warga sipil yang tak bersuara berusaha memanggil perhatian dunia.

Gambar 2

PBB telah memperingatkan bahwa risiko genosida tengah berlangsung di Sudan, mengulang kembali luka lama Darfur dua dekade silam. Pesan SOS yang tersebar di peta dunia tidak hanya ekspresi keputusasaan, tetapi juga permohonan agar dunia menatap Sudan kembali.

Di era keterhubungan digital, peta bukan lagi sekadar alat navigasi. Ia adalah cermin kemanusiaan. El Fasher bukan hanya koordinat di layar, melainkan titik penderitaan yang menunggu untuk diselamatkan.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login dan berlangganan untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!