Kabar memilukan datang dari jantung Afrika. Di tengah kekacauan politik dan konflik bersenjata yang tak berkesudahan, warga Sudan kini berjuang bukan hanya untuk bertahan hidup, melainkan juga untuk didengar oleh dunia. Di kota El Fasher, Darfur Barat, mereka menemukan cara yang tak biasa untuk menyampaikan pesan: melalui Google Maps. Ketika suara dan gambar dibungkam, peta menjadi satu-satunya ruang terbuka untuk berteriak meminta pertolongan.
Kota El Fasher kini menjadi simbol kengerian baru di Sudan. Wilayah tersebut baru saja jatuh ke tangan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF). Dilansir dari metrotvnews.com, dalam hitungan hari, lebih dari 2.000 warga sipil dilaporkan dieksekusi secara brutal. Video yang beredar menunjukkan aksi tak manusiawi, seperti penembakan jarak dekat terhadap warga yang duduk pasrah di jalanan.
Baca juga: Citra Satelit Ungkap Pembantaian Massal di Darfur setelah El Fasher Jatuh ke RSF
Bukti dari Humanitarian Research Lab Universitas Yale memperlihatkan pola kekerasan yang disengaja, termasuk pembakaran rumah dan pengusiran paksa terhadap komunitas Fur, Zaghawa, dan Berti. Data spasial juga menegaskan bahwa RSF bergerak secara sistematis, dari rumah ke rumah, dalam pola yang menunjukkan operasi pembersihan etnis.
