Rwanda mengambil langkah strategis dalam pengelolaan sumber daya pertanian dengan memanfaatkan GeoAI melalui peluncuran Geospatial Hub atau Geo-Hub. Platform digital yang dikembangkan oleh Rwanda Space Agency ini mengintegrasikan citra satelit, data survei lapangan, serta kecerdasan buatan untuk memantau kondisi lahan pertanian secara hampir real time. Kehadiran Geo-Hub mencerminkan perubahan penting dalam tata kelola pertanian nasional, dari pendekatan berbasis perkiraan menuju pengambilan keputusan yang bertumpu pada data spasial yang terpetakan secara akurat dan konsisten.
Sebagai pusat data geospasial nasional, Geo-Hub mengumpulkan dan mengonsolidasikan informasi dari berbagai sumber, mulai dari satelit pengindraan jauh hingga basis data pemerintah. Data tersebut kemudian disusun dalam beragam lapisan spasial, seperti tutupan lahan, jenis tanaman, dan pola penggunaan tanah. Melalui pemrosesan machine learning, setiap lapisan dianalisis untuk menghasilkan informasi yang relevan bagi perencanaan pembangunan, penguatan ketahanan pangan, serta upaya mitigasi bencana. Integrasi ini memungkinkan keterhubungan antarwilayah dan lintas sektor dalam satu kerangka spasial terpadu yang sebelumnya terfragmentasi.
Dalam praktik pertanian cerdas, Geo-Hub memberikan dampak yang langsung dirasakan. Dilansir dari The New Times, platform ini mampu memetakan jenis tanaman di seluruh wilayah Rwanda sekaligus memprediksi potensi hasil panen bahkan sebelum musim panen dimulai. Analisis indeks vegetasi digunakan untuk mendeteksi area yang mengalami stres tanaman atau kekurangan unsur hara tanah. Informasi spasial tersebut menjadi dasar penentuan lokasi prioritas untuk irigasi dan pemupukan sehingga intervensi dapat dilakukan secara presisi sesuai kondisi aktual di lapangan dan efisiensi produksi pertanian meningkat.
