Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Astronomi Fotografer Asal Iran Perlihatkan Tampilan Topograf...
Astronomi

Fotografer Asal Iran Perlihatkan Tampilan Topografi Terbaru Permukaan Bulan

Fotografer Asal Iran Perlihatkan Tampilan Topografi Terbaru Permukaan Bulan

Seorang fotografer astrofotografi asal Iran, Darya Kawa Mirza, berhasil memperlihatkan tampilan terbaru permukaan Bulan dengan detail yang sangat mengesankan. Jepretan visual dari Mirza ini menjadi gambaran visual yang membantu masyarakat memahami bentuk permukaan Bulan secara lebih jelas. 

Mirza, yang merupakan fotografer otodidak berdarah Kurdi, mengumpulkan sekitar 81.000 gambar Bulan dan menyusunnya menjadi satu citra komposit berukuran 708 Gigabita (GB). Hasil akhirnya menampilkan permukaan Bulan dengan resolusi sangat tinggi sehingga bagian-bagian, seperti kawah, cekungan, dan area gelap, dapat terlihat dengan sangat rinci.

Gambar ini menunjukkan bagaimana topografi Bulan memiliki bentang alam yang tidak rata dan penuh jejak sejarah geologi. Kawah-kawah yang terlihat di permukaan merupakan bekas tumbukan asteroid dan komet yang terjadi selama miliaran tahun. 

Menurut laporan Colossal, untuk menghasilkan gambar tersebut, Mirza menggunakan teknik yang ia sebut phase fusion, yaitu menggabungkan foto Bulan dari empat fase yang berbeda. Teknik ini cukup rumit karena posisi Bulan selalu berubah sehingga cahaya dan bayangan pada setiap fase tidak selalu sejajar. 

Mirza menyatakan bahwa proses ini sangat sulit karena pergerakan Bulan pada sumbunya membuat setiap gambar tidak bisa langsung digabungkan begitu saja. Oleh karena itu, ia harus menyatukan gambar satu per satu secara teliti agar setiap bagian permukaan tetap presisi.

Karya ini tidak hanya memukau dari sisi fotografi, tetapi juga memberi gambaran sederhana tentang bagaimana permukaan Bulan terbentuk dan berubah selama miliaran tahun. Ke depan, Mirza berencana mendokumentasikan planet, galaksi, dan nebula dengan tingkat ketelitian yang sama, membuka peluang baru bagi visualisasi ruang angkasa yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat umum.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!