Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Arkeologi Teknologi Ground Penetrating Radar Berhasil Ungkap...
Arkeologi

Teknologi Ground Penetrating Radar Berhasil Ungkap Terowongan Kuno Suku Inca

Teknologi Ground Penetrating Radar Berhasil Ungkap Terowongan Kuno Suku Inca

Penemuan arkeologis terbaru di Peru kembali menegaskan bahwa peradaban Inca memiliki tingkat kecanggihan perencanaan ruang yang jauh melampaui apa yang selama ini terlihat di permukaan. Melalui pendekatan analisis geospasial dan pemanfaatan teknologi ground penetrating radar (GPR), keberadaan chincana, jaringan terowongan bawah tanah yang selama berabad-abad hidup dalam legenda, kini dapat dibuktikan secara ilmiah. Riset multidisipliner yang dipimpin oleh Jorge Calero Flores bersama Mildred Fernández Palomino menunjukkan bahwa pusat kekuasaan Inca tidak hanya dibangun secara monumental di permukaan, tetapi juga dirancang secara sistematis di bawah tanah sebagai bagian dari satu kesatuan lanskap sakral.

Gambar 1

Dilansir dari Popular Mechanics, hasil penelitian mengidentifikasi satu jalur utama chincana sepanjang kurang lebih 1,7 kilometer yang menghubungkan kompleks Sacsayhuamán dengan Coricancha atau Kuil Matahari. Jalur ini mengikuti sumbu simbolis kota kuno Cusco, yang mencerminkan keterkaitan erat antara tata ruang, kosmologi Matahari, dan pusat kekuasaan politik-religius Inca. Selain jalur utama tersebut, terdeteksi pula beberapa cabang terowongan yang mengarah ke titik-titik strategis kota, seperti Callispuquio, Muyucmarca, serta area di belakang Gereja San Cristóbal, memperkuat dugaan bahwa jaringan ini berfungsi sebagai sistem konektivitas tersembunyi di jantung kota.

Gambar 2
Gambar 3

Pemindaian GPR memainkan peran krusial dalam mengungkap struktur ini tanpa merusak situs bersejarah. Teknologi non-destruktif tersebut mampu mencitrakan lapisan bawah permukaan dan mendeteksi rongga serta bentuk trapesium khas arsitektur Inca di sejumlah lokasi kunci, termasuk sekitar Kuil Santo Domingo dan dataran Sacsayhuamán. Analisis geologi yang dipadukan dengan data radar menunjukkan bahwa chincana dibangun melalui teknik penggalian parit yang kemudian dilapisi dinding batu, ditutup balok penyangga, dan ditimbun kembali hingga menyatu dengan jalan utama atau teras (andenes) di permukaan. Pendekatan ini mencerminkan pemahaman spasial Inca terhadap stabilitas tanah, drainase, serta kamuflase lanskap perkotaan.

Gambar 4

Temuan ilmiah ini juga selaras dengan catatan para penulis kronik abad ke-16 dan ke-17, seperti Inca Garcilaso de la Vega dan Martín de Murúa, yang menggambarkan labirin bawah tanah Inca sebagai struktur kompleks dengan sirkulasi udara baik dan mampu dilalui manusia dalam jarak jauh. Sinkronisasi antara data geospasial modern dan sumber sejarah tersebut mengubah legenda menjadi fakta terverifikasi, sekaligus membuka bab baru dalam pemahaman tentang fungsi strategis, ritual, dan simbolik jaringan bawah tanah Inca. Ke depan, rencana penggalian terbatas di titik-titik kunci diharapkan mampu mengungkap lebih jauh peran chincana dan Kuil Matahari dalam sistem kota dan kosmologi peradaban Inca.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login dan berlangganan untuk memberikan komentar.

Komentar (1)


Hawa' Qurrota A'yun
Hawa' Qurrota A'yun
1 minggu yang lalu

Sangat insightful!