Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home BMKG BMKG Pastikan Operasi Modifikasi Cuaca Bukan Pemic...
BMKG

BMKG Pastikan Operasi Modifikasi Cuaca Bukan Pemicu Cuaca Ekstrem

BMKG Pastikan Operasi Modifikasi Cuaca Bukan Pemicu Cuaca Ekstrem

Dalam beberapa waktu terakhir, isu cuaca ekstrem dan banjir kembali menjadi perhatian publik. Berbagai peristiwa hujan lebat yang terjadi di sejumlah wilayah memunculkan beragam spekulasi di media sosial, termasuk anggapan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh campur tangan manusia melalui operasi modifikasi cuaca (OMC). Untuk meluruskan pemahaman tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa OMC bukanlah penyebab cuaca ekstrem, melainkan bagian dari upaya mitigasi bencana yang dilakukan secara terukur dan berbasis ilmu pengetahuan.

BMKG menjelaskan bahwa OMC dilaksanakan sebagai respons terhadap menurunnya daya dukung lingkungan serta meningkatnya ancaman perubahan iklim. Perubahan iklim membuat pola hujan makin tidak menentu dan meningkatkan potensi hujan ekstrem. Dalam kondisi tersebut, OMC digunakan sebagai alat bantu untuk mengelola risiko cuaca, baik dengan mengurangi maupun mengatur intensitas hujan agar dampaknya dapat diminimalkan, terutama di wilayah yang rawan bencana hidrometeorologi.

Berbagai narasi yang beredar di media sosial menuding OMC dapat memicu cuaca tidak stabil, membentuk fenomena cold pool atau kolam udara dingin, hingga memindahkan hujan ke wilayah lain dan menyebabkan banjir. BMKG menilai anggapan tersebut tidak sesuai dengan penjelasan ilmiah. Cold pool merupakan fenomena meteorologi yang sepenuhnya alami dan selalu terjadi setiap kali hujan turun. Fenomena ini muncul saat sebagian air hujan menguap di bawah awan badai dan mendinginkan udara, sehingga udara yang lebih padat turun ke permukaan.

Dilansir dari TechnologyIndonesia.id, BMKG menegaskan bahwa OMC tidak menciptakan awan baru dan tidak mengubah sifat dasar hujan. Teknik penyemaian awan hanya bekerja pada awan yang sudah terbentuk secara alami dan berada dalam kondisi jenuh. Jika hujan dipercepat melalui OMC, maka cold pool yang terbentuk akan sama secara fisik dan kimia dengan cold pool yang dihasilkan oleh hujan alami. Oleh karena itu, mengaitkan cold pool sebagai dampak berbahaya dari OMC dinilai sebagai kekeliruan pemahaman sains.

 

 

BMKG Pastikan Operasi Modifikasi Cuaca Bukan Pemicu Cuaca Ekstrem - Gambar 1
Ilustrasi operasi modifikasi cuaca.

Dari sisi skala energi, BMKG juga menepis anggapan bahwa OMC mampu menciptakan gangguan cuaca besar. Hingga saat ini, teknologi manusia belum mampu membentuk massa udara dingin dalam skala luas atau menciptakan sistem pendingin atmosfer raksasa. OMC hanya memicu proses alami yang memang sudah siap terjadi di dalam awan.

BMKG juga menjelaskan bahwa OMC tidak bertujuan memindahkan hujan ke wilayah lain. Metode yang digunakan justru diarahkan untuk mengatur waktu dan intensitas hujan agar tidak terkonsentrasi di wilayah rawan. Di sisi lain, BMKG menekankan bahwa banjir sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, terutama berkurangnya daerah resapan air. Oleh karena itu, penataan lingkungan tetap menjadi langkah utama, sementara OMC berperan sebagai upaya pendukung dalam pengelolaan risiko cuaca di tengah tantangan perubahan iklim yang makin nyata.

Baca juga: Drone Alap-Alap BRIN Siap Jadi Andalan Modifikasi Cuaca dan Penginderaan Jauh

 

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!