Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Seni Budaya Kini Kamu Bisa Melakukan Tur ke Candi Borobudur se...
Seni Budaya

Kini Kamu Bisa Melakukan Tur ke Candi Borobudur secara Virtual

Kini Kamu Bisa Melakukan Tur ke Candi Borobudur secara Virtual

Upaya pelestarian warisan budaya yang berjalan beriringan dengan percepatan transformasi digital menghadirkan cara baru dalam menikmati situs bersejarah tanpa selalu hadir secara fisik. Kebutuhan konservasi yang makin ketat kini bersanding dengan tingginya minat publik untuk mengakses destinasi ikonik Indonesia, seperti Candi Borobudur. Situasi tersebut menuntut pendekatan yang mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan struktur candi dan keterbukaan akses bagi masyarakat luas.

Sebagai warisan budaya dunia yang telah berdiri lebih dari seribu tahun, Borobudur tidak hanya dimaknai sebagai objek wisata, melainkan juga sebagai monumen spiritual, sejarah, dan arsitektur yang sarat nilai kosmologis. Setiap relief, lorong, dan susunan stupa menyimpan narasi ajaran serta perjalanan manusia menuju pencerahan. Oleh karena itu, pembatasan kunjungan fisik menjadi bagian penting dari strategi pelestarian. Di sisi lain, pembatasan tersebut justru mendorong lahirnya inovasi yang memungkinkan pengalaman menjelajah tetap dapat dirasakan tanpa mengurangi keaslian situs.

Teknologi digital kemudian hadir sebagai jembatan yang menyatukan kepentingan pelestarian dan kebutuhan edukasi publik. Melalui tur virtual 360° dan teknologi virtual reality (VR), kawasan candi dapat dieksplorasi secara imersif dari mana saja. Inisiatif ini terwujud melalui kolaborasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI dan StudioUbud, yang merancang pengalaman digital tanpa batasan durasi kunjungan. Pengguna dapat berpindah dari satu lorong ke lorong lain, mengamati detail arsitektur, hingga memahami cerita di balik tiap relief yang mengisahkan perjalanan spiritual Buddha, ajaran moral, dan hukum sebab akibat.

Kini Kamu Bisa Melakukan Tur ke Candi Borobudur secara Virtual - Gambar 1
Detail relief Candi Borobudur yang tetap tampak jelas di ruang tur virtual.

Keunggulan tur virtual ini terletak pada kemampuannya menampilkan seluruh 2.672 panel relief, terdiri atas 1.460 relief naratif dan 1.212 relief hias, yang dapat diperbesar dan ditelusuri secara rinci. Setiap panel menjadi sumber pembelajaran visual yang tersusun sistematis, memungkinkan publik memahami kisah-kisah buddhis yang terukir dalam batu secara lebih mendalam. Melalui layar komputer maupun perangkat VR, pengunjung seakan berjalan menyusuri lorong-lorong sempit dan berdiri di antara stupa-stupa di tingkat atas, merasakan atmosfer ruang yang sebelumnya hanya dapat diakses secara langsung.

Pendekatan ini diperkuat dengan pemetaan digital tiga dimensi berbasis foto resolusi tinggi 360° sehingga setiap sudut candi terdokumentasi secara presisi. Visualisasi tersebut tidak sekadar menghadirkan citra, tetapi juga konteks spasial yang utuh, menjelaskan hubungan antar-tingkatan, pola sirkulasi peziarah, hingga struktur kosmologis yang membentuk keseluruhan desain. 

Tur virtual Borobudur berkembang menjadi strategi pelestarian modern yang tidak hanya memperluas akses dan memperkuat edukasi, tetapi juga memastikan keberlanjutan salah satu mahakarya budaya Indonesia di tengah era digital. Bagi yang ingin menjajal tur tersebut, kamu bisa mengunjungi laman resmi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha melalui tur virtual 360° dan teknologi virtual reality (VR) Candi Borobudur.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!