Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Astronomi Ilmuwan Temukan Tanda Kehidupan di Interstellar Co...
Astronomi

Ilmuwan Temukan Tanda Kehidupan di Interstellar Comet 3I/ATLAS

Ilmuwan Temukan Tanda Kehidupan di Interstellar Comet 3I/ATLAS

Fenomena luar angkasa kembali menarik perhatian dunia setelah ilmuwan mendeteksi sinyal radio unik dari interstellar comet 3I/ATLAS, sebuah objek yang berasal dari luar tata surya. Temuan ini membuat para peneliti bersemangat karena sinyal tersebut menunjukkan adanya jejak air dan senyawa kimia kompleks, yang sering dikaitkan dengan bahan dasar pembentuk kehidupan. Dalam konteks geospasial astronomi, penemuan ini menjadi bukti bahwa unsur-unsur yang mendukung kehidupan ternyata tersebar di berbagai titik ruang antarbintang, bukan hanya di Bumi.

Baca juga: NASA Berhasil Lacak Jalur Komet 3I/ATLAS, Benda Asing dari Luar Tata Surya

Komet 3I/ATLAS diketahui melintasi tata surya dengan kecepatan sangat tinggi dan mencapai titik terdekat dengan Matahari pada 29 Oktober lalu. Saat melintas, objek ini sempat tersembunyi di balik Matahari sebelum akhirnya kembali terdeteksi oleh para astronom. Melalui pendekatan geospasial, para ilmuwan memetakan lintasan dan posisi komet ini untuk memahami bagaimana ia berinteraksi dengan radiasi Matahari, yang ternyata memicu pelepasan senyawa kimia dari permukaannya.

Futurism melaporkan bahwa pengamatan penting dilakukan oleh tim ilmuwan dari South African Radio Astronomy Observatory menggunakan teleskop radio MeerKAT pada 24 Oktober. Dalam hasil pengamatannya, mereka mendeteksi gelombang radio dari molekul hidroksil (OH), yang terbentuk saat sinar Matahari memecah molekul air. Penemuan ini menjadi deteksi radio pertama terhadap 3I/ATLAS dan memberikan petunjuk kuat bahwa komet ini memiliki aktivitas air yang tinggi. Hal ini mengindikasikan adanya distribusi partikel aktif di sekitar komet, yang menjadi tanda bahwa ia membawa bahan kimia mirip dengan yang membentuk kehidupan di Bumi.

Sebelumnya, data dari teleskop James Webb sempat menunjukkan bahwa 3I/ATLAS didominasi oleh es karbon dioksida dengan hanya sedikit air, sekitar empat persen dari massanya. Namun, penemuan hidroksil ini memperkuat dugaan bahwa air, unsur kunci kehidupan, benar-benar ada di dalam komet tersebut. Para ilmuwan juga menemukan bahwa meskipun jaraknya hampir tiga kali lebih jauh dari Matahari dibandingkan Bumi, laju penguapan air dari 3I/ATLAS tergolong sangat tinggi. Ini menunjukkan adanya aktivitas internal yang tidak biasa untuk ukuran komet.

Ke depannya, Komet 3I/ATLAS masih akan terus diamati hingga beberapa tahun ke depan. Berdasarkan perhitungan orbit, pada 16 Maret 2026, komet ini akan melintas dekat planet Jupiter, dan pesawat ruang angkasa milik NASA, yaitu Juno, akan mencoba menangkap sinyal radio berfrekuensi rendah darinya. Dari perspektif geospasial, pengamatan ini penting untuk memetakan interaksi antara komet antarbintang dan lingkungan tata surya kita, sekaligus membuka peluang baru untuk menelusuri asal-usul bahan pembentuk kehidupan di luar Bumi.

Penemuan ini menjadi pengingat bahwa kehidupan mungkin tidak hanya terbatas di planet kita. Sinyal dan jejak air dari 3I/ATLAS menunjukkan bahwa alam semesta menyimpan pesan kimiawi tentang kehidupan, tersebar di antara bintang-bintang, yang menunggu untuk dipahami oleh manusia di Bumi.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login dan berlangganan untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!