Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home BRIN BRIN Kenalkan Sistem Pengolahan Data Satelit lewat...
BRIN

BRIN Kenalkan Sistem Pengolahan Data Satelit lewat Nusantara Earth Observation-1

BRIN Kenalkan Sistem Pengolahan Data Satelit lewat Nusantara Earth Observation-1

Kebutuhan akan informasi spasial yang akurat dan real-time membuat penguasaan teknologi pengolahan data satelit menjadi kunci strategis bagi sebuah negara dalam memahami dinamika wilayahnya. Untuk menjawab tantangan tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan sistem pemantauan satelit Nusantara Earth Observation-1 (NEO-1) yang menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemandirian teknologi antariksa berbasis analisis geospasial. 

Melalui sistem dekode dan ekstraksi data, BRIN mampu mengubah data mentah menjadi informasi yang siap digunakan untuk berbagai kebutuhan strategis. Kebutuhan tersebut meliputi pemantauan lingkungan, mitigasi kebencanaan, hingga perencanaan wilayah berbasis data spasial sehingga mempercepat proses pengambilan keputusan berbasis bukti.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Satelit (PRTS) BRIN, Suhermanto, menyatakan bahwa data yang dikirimkan satelit ke bumi masih berupa sinyal mentah dalam bentuk bit-stream yang belum memiliki struktur informasi sehingga memerlukan proses dekode, ekstraksi, dan rekonstruksi untuk menghasilkan data level-0 yang tersusun rapi dan siap diproses lebih lanjut. Tahapan ini menjadi fondasi penting dalam menjaga akurasi dan konsistensi data, khususnya dalam analisis geospasial yang menuntut presisi tinggi.

Pengolahan data satelit NEO-1 mengacu pada standar internasional Consultative Committee for Space Data Systems (CCSDS) guna memastikan kompatibilitas lintas sistem global. Namun, kompleksitas muncul karena satelit ini membawa hingga tujuh sensor dengan karakteristik berbeda, yang berpotensi menghasilkan data campuran dalam satu aliran. Kondisi ini menuntut pendekatan pengolahan yang adaptif dan terintegrasi agar setiap data sensor dapat dipisahkan dan dimanfaatkan secara optimal dalam analisis spasial.

Pengembangan teknologi ini memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pengolahan data satelit, di mana data level 0 menjadi fondasi bagi proses lanjutan, seperti koreksi radiometrik dan geometrik hingga menghasilkan produk siap pakai. Dengan sistem pengelolaan data yang makin terstruktur, Indonesia tidak hanya bergerak sebagai pengguna, tetapi juga sebagai produsen dan pengelola data antariksa yang mandiri dan kompetitif di tingkat global.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!