Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Internasional Selat Hormuz Memanas, Ini Peta Jalur Minyak Dunia
Internasional

Selat Hormuz Memanas, Ini Peta Jalur Minyak Dunia

Selat Hormuz Memanas, Ini Peta Jalur Minyak Dunia

Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah penutupan Selat Hormuz memicu guncangan hebat pada pasar energi global. Langkah drastis ini diambil menyusul serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran, yang memaksa terhentinya arus distribusi minyak mentah serta gas alam di salah satu jalur paling krusial di dunia.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan secara terbuka bahwa akses Selat Hormuz kini tertutup bagi kapal-kapal dari Amerika Serikat, Israel, Eropa, serta sekutu Barat mereka. Dalam kebijakan diskriminatif tersebut, otoritas Iran hanya akan mengizinkan kapal-kapal berbendera Tiongkok untuk melintasi wilayah perairan tersebut. Dampaknya terasa instan: pasokan energi dunia kini berada dalam situasi waspada karena sekitar seperlima konsumsi minyak global biasanya mengalir melalui jalur sempit ini.

Peta Kerentanan Jalur Maritim Dunia

Sistem energi global sangat bergantung pada sejumlah jalur laut sempit yang dikenal sebagai chokepoint. Berdasarkan data Badan Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat (Energy Information Administration—EIA) untuk paruh pertama tahun 2025, volume minyak yang bergerak melalui titik-titik rawan ini mencapai 73 juta barel per hari.

Meskipun Selat Hormuz sering menjadi sorotan utama konflik, data menunjukkan bahwa Selat Malaka yang terletak di antara Malaysia dan Indonesia justru menjadi jalur transit minyak tersibuk di bumi. Dilansir dari CNBC Indonesia, berikut adalah daftar jalur perdagangan minyak paling strategis di dunia berdasarkan pangsa pasar maritim global.

1. Selat Malaka dengan volume 23,2 juta barel/hari dan pangsa pasar 29,1%.
2. Selat Hormuz dengan volume 20,9  juta barel/hari dan pangsa pasar 26,2%.
3. Tanjung Harapan dengan volume 9,1 juta barel/hari dan pangsa pasar 11,4%.
4. Selat Denmark dengan volume 4,9 juta barel/hari dan pangsa pasar 6,1%.
5. Terusan Suez dan Pipa SUMED dengan volume 4,9 juta barel/hari dan pangsa pasar 6,1%.
6. Bab el-Mandeb dengan volume 4,2 juta barel/hari dan pangsa pasar 5,3%.
7. Selat Turki dengan volume 3,7 juta barel/hari dan pangsa pasar 4,6%.
8. Terusan Panama dengan volume 2,3 juta barel/hari dan pangsa pasar 2,9%.

Selat Hormuz Memanas, Ini Peta Jalur Minyak Dunia - Gambar 1

Ketergantungan Asia pada Titik Rawan

Selat Malaka memegang peranan vital sebagai koridor utama pengiriman minyak dari Timur Tengah menuju raksasa ekonomi Asia, seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan. Dengan volume mencapai 23,2 juta barel per hari, gangguan kecil di perairan ini dapat melumpuhkan industri di kawasan Asia Timur.

Di sisi lain, Selat Hormuz tetap menjadi pintu keluar utama bagi ekspor minyak negara-negara produsen di Teluk Persia. Sekitar 84% minyak mentah yang melewati selat ini ditujukan khusus untuk pasar Asia. Kondisi ini menempatkan negara-negara berkembang dan maju di Asia dalam posisi yang sangat rentan terhadap gejolak politik di Timur Tengah.

Ketergantungan tinggi pada jalur-jalur sempit ini membuktikan bahwa arsitektur distribusi energi dunia masih sangat rapuh. Konflik bersenjata, tensi militer, maupun kendala operasional di satu titik rawan dapat dengan cepat memutus rantai pasokan global.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!