Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Kesehatan El Nino Godzilla Ancam Indonesia, Ini 5 Langkah Ce...
Kesehatan

El Nino Godzilla Ancam Indonesia, Ini 5 Langkah Cegah Heatstroke Saat Aktivitas Luar Ruangan

El Nino Godzilla Ancam Indonesia, Ini 5 Langkah Cegah Heatstroke Saat Aktivitas Luar Ruangan

Memasuki bulan April 2026, berbagai lembaga dan pakar iklim, mulai dari BRIN, BMKG, hingga para pemerhati cuaca di media sosial, mulai menyuarakan kewaspadaan terhadap potensi ancaman El Nino Godzilla yang diperkirakan dapat memengaruhi wilayah Indonesia. Istilah ini kembali menjadi sorotan seiring meningkatnya perhatian publik terhadap kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem dalam beberapa bulan ke depan.

Berdasarkan kajian yang ditulis Fernando Mato dan Theofilos Toulkeridis dalam El Nino: We Got It, istilah “Godzilla El Niño” pertama kali diperkenalkan oleh Bill Patzer, ahli iklim dari NASA Jet Propulsion Laboratory, pada tahun 2015. Penamaan tersebut sengaja dipilih sebagai bentuk alarm publik agar masyarakat lebih waspada terhadap fenomena el nino dengan skala yang sangat besar dan intensitas yang kuat, yang berpotensi memicu gangguan iklim ekstrem di berbagai kawasan dunia, termasuk Indonesia.

Baca juga: El Nino Godzilla Bakal Terjang Indonesia, Apa Itu?

Mitigasi Ancaman El Nino Godzilla

Tentunya, peningkatan suhu udara yang dipicu oleh fenomena El Nino Godzilla berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama heatstroke, yang merupakan kondisi darurat medis ketika suhu tubuh meningkat drastis akibat paparan panas ekstrem. Dalam kondisi ini, tubuh kehilangan kemampuan untuk mengatur suhu internal secara normal, sehingga sistem saraf mulai mengalami gangguan fungsi.

Gejalanya dapat muncul secara cepat, mulai dari kebingungan, tubuh terasa sangat panas dengan kulit kering, denyut jantung meningkat, hingga kondisi yang lebih serius, seperti kejang dan pingsan. Jika tidak segera ditangani, heatstroke dapat menyebabkan kerusakan organ permanen bahkan berujung pada kematian. Oleh karena itu, respons cepat berupa pendinginan tubuh dan pemindahan korban ke tempat yang lebih sejuk menjadi langkah yang sangat krusial.

Untuk menyikapi ancaman tersebut, Georitmus, akun yang kerap memberikan edukasi serta cara-cara mitigasi bencana di platform X, membagikan lima langkah penting yang perlu dilakukan masyarakat untuk meminimalkan risiko heatstroke saat beraktivitas di luar ruangan. Berikut ini langkah-langkahnya.

1. Perbanyak Konsumsi Air Putih

Langkah mitigasi pertama adalah memastikan tubuh tetap terhidrasi. Saat suhu lingkungan meningkat, tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui keringat. Dengan demikian, konsumsi air putih harus ditingkatkan secara berkala, bahkan sebelum rasa haus muncul.

2. Gunakan Pakaian Breathable Berwarna Cerah

Pemilihan pakaian menjadi faktor penting dalam mitigasi panas. Gunakan kaos berbahan breathable, yaitu bahan yang memiliki sirkulasi udara baik, seperti mesh serta poliester atau berteknologi AIRism yang mampu mempercepat sirkulasi udara dan menyerap keringat. Warna cerah lebih disarankan karena memantulkan panas matahari lebih baik dibanding warna gelap.

3. Pakai Jaket Anti-UV yang Tetap Ringan

Untuk aktivitas luar ruangan, gunakan jaket breathable anti-UV guna mengurangi paparan langsung radiasi matahari pada kulit. Hindari bahan tebal dan warna gelap karena dapat meningkatkan penyerapan panas.

4. Gunakan Sunscreen secara Berkala

Paparan sinar UV selama periode el nino ekstrem diperkirakan lebih intens. Oleh karena itu, penggunaan sunscreen yang diaplikasikan ulang setiap 2–3 jam menjadi langkah penting untuk melindungi kulit dari risiko terbakar dan iritasi.

5. Batasi Aktivitas pada Siang Hari

Mitigasi paling efektif adalah mengurangi aktivitas luar ruangan pada pukul 11.00–15.00 WIB, ketika intensitas panas matahari berada pada titik tertinggi. Jika aktivitas tidak dapat dihindari, pastikan ada waktu istirahat di tempat teduh, dan menggunakan langkah-langkah tersebut untuk meminimalkan dampaknya.

Saatnya Membangkitkan Ketahanan Masyarakat di Tengah Ancaman Iklim Ekstrem

Fenomena El Nino Godzilla yang diperkirakan mengancam Indonesia pada April 2026 menjadi pengingat bahwa perubahan iklim ekstrem bukan lagi sekadar isu global, melainkan juga ancaman nyata bagi aktivitas sehari-hari masyarakat. Peningkatan suhu udara yang signifikan berpotensi memicu risiko heatstroke, terutama bagi mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Oleh karena itu, langkah mitigasi sederhana, seperti menjaga hidrasi, memilih pakaian yang tepat, menggunakan pelindung kulit, serta membatasi aktivitas pada jam terpanas menjadi sangat penting. Kesiapsiagaan individu dan kesadaran kolektif masyarakat menjadi kunci utama untuk meminimalkan dampak kesehatan, sekaligus meningkatkan ketahanan menghadapi cuaca ekstrem yang makin sering terjadi.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!