Di tengah meningkatnya dinamika konflik dan perang teknologi global, kendali atas sistem navigasi satelit kini menjadi elemen strategis yang tak kalah penting dibanding kekuatan militer konvensional. Bagi negara yang berada dalam pusaran tensi tinggi geopolitik, ketergantungan pada infrastruktur teknologi milik pihak lawan dapat menjadi titik lemah yang berisiko tinggi.
Dalam menyikapi hal tersebut, Iran dilaporkan mengambil langkah besar dengan meninggalkan sistem navigasi satelit berbasis Amerika Serikat, Global Positioning System (GPS). Kini, Iran beralih ke sistem milik Tiongkok, BeiDou Navigation Satellite System.
Kabar mengenai adopsi BeiDou pertama kali diungkap oleh media analisis geopolitik National Herald. Salah satu alasan utama di balik keputusan tersebut adalah kekhawatiran Iran bahwa GPS berada di bawah kendali militer Amerika Serikat. Dalam situasi konflik, akses terhadap sinyal GPS secara teoretis dapat dibatasi, diganggu, bahkan dimanipulasi melalui teknik jamming dan spoofing sehingga berpotensi mengganggu akurasi navigasi sistem persenjataan. Kekhawatiran ini menjadi sangat relevan mengingat Iran kerap berada dalam tekanan geopolitik dan sanksi dari Washington.
Menurut laporan Al Jazeera, dalam prosesnya, Iran telah mengintegrasikan BeiDou ke dalam beberapa sistem militernya, termasuk drone dan rudal. Langkah ini diyakini mampu mengurangi ketergantungan pada GPS sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap gangguan sinyal saat konflik berlangsung. BeiDou disebut memiliki fitur anti-jamming, sinyal militer terenkripsi, serta kemampuan koreksi lintasan yang membuat akurasi serangan menjadi lebih presisi. Bahkan, sistem ini juga mendukung komunikasi pesan singkat melalui satelit, yang dapat digunakan untuk koordinasi operasi secara real time.
Secara teknis, BeiDou saat ini dioperasikan Tiongkok melalui lebih dari 40 satelit yang mengorbit Bumi dan telah beroperasi secara global sejak 2020. Sistem ini menawarkan kemampuan yang setara dengan GPS, mulai dari penentuan posisi, navigasi, hingga sinkronisasi waktu berakurasi tinggi. Pergeseran Iran ke BeiDou pada akhirnya memperlihatkan bagaimana teknologi satelit kini menjadi bagian penting dari peta persaingan geopolitik dan militer global.
