Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Kebencanaan 2026 Baru Berjalan Dua Bulan, Indonesia Sudah Dite...
Kebencanaan

2026 Baru Berjalan Dua Bulan, Indonesia Sudah Diterpa 394 Bencana Alam

2026 Baru Berjalan Dua Bulan, Indonesia Sudah Diterpa 394 Bencana Alam

Tahun 2026 baru saja melangkah melewati dua bulan pertama, tetapi rangkaian bencana sudah datang silih berganti di berbagai penjuru negeri. Indonesia kembali dihadapkan pada kenyataan sebagai salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi di dunia. Berdasarkan infografis yang dibagikan akun X @daryono_eq_talk dengan mengutip data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga 20 Februari 2026 tercatat 394 kejadian bencana alam terjadi di seluruh wilayah Tanah Air. Angka ini menjadi sinyal bahwa intensitas bencana di awal tahun berlangsung cukup tinggi.

Dari total tersebut, bencana hidrometeorologi mendominasi secara signifikan dengan persentase mencapai 98,98 persen, sementara bencana geologi hanya menyumbang sekitar 1,02 persen. Dominasi ini menunjukkan bahwa faktor cuaca dan dinamika atmosfer masih menjadi pemicu utama. Banjir tercatat sebagai kejadian paling sering dengan 199 peristiwa, diikuti cuaca ekstrem sebanyak 98 kejadian, dan tanah longsor 45 kejadian. Kebakaran hutan dan lahan mencapai 41 kejadian, sedangkan kekeringan tercatat 4 kejadian dan gelombang pasang atau abrasi sebanyak 3 kejadian. Pada kategori geologi, gempa bumi tercatat terjadi 4 kali, tanpa laporan erupsi gunung api maupun tsunami dalam periode tersebut.

Rangkaian peristiwa itu membawa dampak yang tidak ringan. Sebanyak 159 orang dilaporkan meninggal dunia dan 7 orang masih dinyatakan hilang. Di sisi lain, 1.557 orang mengalami luka-luka, sedangkan jumlah warga yang terdampak dan terpaksa mengungsi mencapai 1.745.415 jiwa. Angka pengungsian yang besar ini memperlihatkan bagaimana bencana tidak hanya merenggut korban jiwa, tetapi juga mengganggu stabilitas sosial, aktivitas ekonomi, serta kehidupan sehari-hari masyarakat.

Baca juga: Data Terbaru Ungkap Pulau Jawa Dikelilingi 401 Sesar Gempa Aktif

Kerusakan fisik pun tak terhindarkan. Tercatat 1.032 rumah mengalami rusak berat, 1.049 rumah rusak sedang, dan 2.169 rumah rusak ringan. Fasilitas publik ikut terdampak, mulai dari 13 satuan pendidikan dan 12 rumah ibadat yang mengalami kerusakan, hingga 2 fasilitas kesehatan dan 2 kantor yang terdampak. Selain itu, 51 jembatan dilaporkan rusak, mengganggu akses mobilitas dan distribusi logistik di sejumlah daerah.

Sebaran kejadian bencana mencakup hampir seluruh wilayah Indonesia, dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua. Pulau Jawa menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kejadian relatif tinggi, seiring dengan kepadatan penduduk dan kompleksitas aktivitas di dalamnya.

Data hingga 20 Februari 2026 ini menjadi pengingat kuat bahwa upaya mitigasi dan kesiapsiagaan tidak boleh lengah. Dengan dominasi bencana hidrometeorologi yang begitu besar, penguatan sistem peringatan dini, perencanaan tata ruang yang adaptif, serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan menjadi langkah krusial untuk menekan risiko korban dan kerugian pada bulan-bulan berikutnya.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!