Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Kebencanaan Citra Satelit Sentinel-2 Ungkap Perubahan Lanskap...
Kebencanaan

Citra Satelit Sentinel-2 Ungkap Perubahan Lanskap Akibat Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera

Citra Satelit Sentinel-2 Ungkap Perubahan Lanskap Akibat Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera

Sebuah rangkaian cuaca ekstrem yang melanda Sumatera pada akhir 2025 menjadi perhatian banyak orang, terutama setelah citra satelit Sentinel-2 menunjukkan betapa besar perubahan yang terjadi di wilayah tersebut. Foto satelit sebelum dan sesudah bencana memperlihatkan dengan jelas bagaimana banjir bandang dan tanah longsor tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga mengubah bentuk alam secara keseluruhan. Perubahan ini sebelumnya sulit dilihat langsung di lapangan, tetapi citra satelit membuat semuanya tampak lebih nyata.

Berdasarkan tangkapan layar Sentinel-2 yang dibagikan oleh akun X, Txt Tata Kota, kondisi pada 10 Oktober 2025 menunjukkan wilayah yang masih stabil. Vegetasi terlihat hijau, alur sungai berada pada batas normal, dan laut tampak biru bersih. Namun, gambaran ini berubah drastis pada citra 29 November 2025. Foto tersebut memperlihatkan perbedaan yang sangat mencolok dan menjadi bukti bahwa lanskap kawasan tersebut telah mengalami perubahan besar akibat bencana.

Citra Satelit Sentinel-2 Ungkap Perubahan Lanskap Akibat Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera - Gambar 1
Citra Satelit Sentinel-2 Ungkap Perubahan Lanskap Akibat Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera - Gambar 2

Keadaan terlihat aman sebelum bencana, tetapi citra setelah banjir memperlihatkan dampak yang sangat serius. Warna hijau vegetasi memudar karena tertutup lumpur, sementara permukiman tampak dikelilingi jejak aliran air bah. Dengan membandingkan kedua citra ini, kita bisa memahami bagaimana tutupan lahan berubah dan seberapa besar kerusakan yang terjadi. Perbandingan tersebut juga menegaskan bahwa cuaca ekstrem menjadi faktor utama yang menggeser bentuk dan kondisi kawasan.

Perubahan paling terlihat muncul di area laut. Warna biru jernih berubah menjadi cokelat keruh akibat aliran sedimen yang terbawa dari daratan. Sedimentasi besar-besaran ini menunjukkan bahwa longsor dan banjir menyeret banyak material tanah, batu, dan lumpur ke arah sungai hingga akhirnya menuju laut. Kondisi ini tidak hanya mengubah warna air, tetapi juga memengaruhi ekosistem pesisir yang sensitif.

Sementara itu, di daratan, perubahan warna permukaan terlihat jelas pada citra satelit. Di wilayah rendah, seperti Paya Baroh dan Meuko Jurong, lumpur menumpuk dan mengubah area persawahan menjadi hamparan cokelat kekuningan. Bekas aliran banjir membentuk pola-pola yang tampak jelas dari udara, menunjukkan bagaimana air bah membawa endapan yang menutup vegetasi dan mengisi berbagai titik rendah. Permukiman warga pun terekam dalam kondisi dikelilingi sisa genangan, menandakan kuatnya arus banjir yang melanda.

Di wilayah pesisir, dampaknya tidak kalah signifikan. Endapan lumpur dan pasir yang terbawa banjir membentuk garis pantai baru sehingga batas daratan tampak bergeser. Perubahan seperti ini menunjukkan bahwa banjir dan longsor dapat membentuk ulang permukaan bumi dalam waktu singkat. Semua perubahan ini menjadi pengingat bahwa pemantauan rutin menggunakan citra satelit sangat penting, bukan hanya untuk memahami kondisi lingkungan, tetapi juga untuk membantu perencanaan mitigasi bencana di masa depan.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!