Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Lingkungan Makin Rentan dengan Siklon Tropis, BMKG dan BRIN S...
Lingkungan

Makin Rentan dengan Siklon Tropis, BMKG dan BRIN Siapkan Sistem Prediksi Bencana Berbasis AI

Makin Rentan dengan Siklon Tropis, BMKG dan BRIN Siapkan Sistem Prediksi Bencana Berbasis AI

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan bahwa Indonesia kini menghadapi kerentanan yang makin besar terhadap ancaman siklon tropis. Perubahan tersebut berkaitan erat dengan dinamika iklim global dan meningkatnya suhu permukaan laut di kawasan tropis. Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Yosef Prihanto, menjelaskan bahwa Indonesia yang selama ini dianggap relatif aman karena berada di dekat garis khatulistiwa kini mulai mengalami perubahan dalam pola pembentukan siklon tropis.

Menurutnya, Indonesia tidak lagi dapat dianggap sepenuhnya aman dari fenomena tersebut. Suhu laut yang makin hangat meningkatkan peluang terbentuknya sistem badai tropis lebih dekat dengan wilayah Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa zona risiko yang sebelumnya terkonsentrasi di wilayah samudra selatan kini mengalami pergeseran spasial menuju area yang lebih dekat dengan daratan Indonesia.

Analisis data klimatologi dan geospasial periode 1990 hingga 2023 menunjukkan bahwa ratusan siklon tercatat terjadi di wilayah selatan Indonesia, sementara puluhan di antaranya bahkan terbentuk di dalam wilayah Indonesia sendiri. Temuan ini memperlihatkan adanya perubahan pola pembentukan siklon tropis yang cukup signifikan dalam beberapa dekade terakhir.

Makin Rentan dengan Siklon Tropis, BMKG dan BRIN Siapkan Sistem Prediksi Bencana Berbasis AI - Gambar 1
Tren pemanasan suhu permukaan laut di perairan Indonesia tahun 2000–2025.

Secara spasial, wilayah perairan selatan Nusa Tenggara, Laut Timor, dan sebagian Samudra Hindia menjadi area dengan aktivitas siklon yang relatif tinggi. Dinamika atmosfer dan laut di kawasan tersebut dinilai makin mendukung terbentuknya sistem badai tropis. Peristiwa Siklon Seroja pada 2021 menjadi contoh nyata dampak siklon tropis di Indonesia yang memicu hujan ekstrem, banjir bandang, serta kerusakan infrastruktur di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur.

Untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman tersebut, BRIN bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengembangkan sistem prediksi bencana hidrometeorologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Sistem ini dirancang untuk menganalisis berbagai parameter atmosfer dan kelautan secara simultan sehingga mampu memperkirakan potensi pembentukan siklon tropis beberapa hari sebelum kejadian.

Pengembangan model prediksi berbasis AI bertujuan meningkatkan akurasi sistem peringatan dini. Dengan dukungan teknologi tersebut, informasi mengenai potensi cuaca ekstrem dapat disampaikan lebih cepat dan lebih presisi sehingga pemerintah maupun masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk melakukan langkah mitigasi yang diperlukan.

Selain penguatan teknologi prediksi, BRIN juga menekankan pentingnya pendekatan adaptasi berbasis wilayah.  Daerah pesisir dan wilayah yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia menjadi kawasan yang perlu mendapatkan prioritas dalam strategi mitigasi.

Upaya adaptasi dapat dilakukan melalui pembangunan infrastruktur yang lebih tahan terhadap angin kencang, penguatan sistem drainase perkotaan untuk mengurangi risiko banjir, serta rehabilitasi ekosistem mangrove di wilayah pesisir sebagai pelindung alami dari gelombang dan badai. Kolaborasi antara pemerintah, peneliti, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam memperkuat sistem mitigasi bencana. Dengan kesiapsiagaan yang dibangun sejak dini, risiko kerugian akibat bencana hidrometeorologi di masa depan diharapkan dapat diminimalkan.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!