Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Event Bagaimana Scan to BIM Meningkatkan Manajemen dan P...
Event

Bagaimana Scan to BIM Meningkatkan Manajemen dan Pemeliharaan Fasilitas dan Bangunan?

Bagaimana Scan to BIM Meningkatkan Manajemen dan Pemeliharaan Fasilitas dan Bangunan?

Di tengah meningkatnya kompleksitas bangunan modern dan tuntutan efisiensi jangka panjang, pengelolaan serta pemeliharaan fasilitas tidak lagi dapat bergantung pada metode konvensional. Perkembangan teknologi digital mendorong lahirnya pendekatan baru yang lebih akurat dan terintegrasi, salah satunya melalui Scan to BIM. Teknologi ini memadukan data spasial hasil pemindaian bangunan yang sudah ada dengan model digital BIM sehingga pengelola fasilitas memiliki gambaran kondisi bangunan yang merepresentasikan situasi nyata di lapangan.

Manajemen fasilitas secara tradisional sering menghadapi kendala berupa gambar desain yang tidak mutakhir, data yang tersebar, serta inspeksi manual yang memakan waktu. Dalam perspektif analisis geospasial, Scan to BIM menghadirkan perubahan signifikan dengan menyediakan visualisasi tiga dimensi berbasis lokasi, dimensi, dan hubungan antar-ruang. Model ini memungkinkan pemetaan kondisi bangunan secara menyeluruh sehingga fungsi, keselamatan, dan efisiensi operasional dapat dipantau secara berkelanjutan.

Berdasarkan tulisan MaRS BIM Solution, Scan to BIM memanfaatkan teknologi pemindaian, seperti laser scanning atau fotogrametri untuk menghasilkan point cloud dengan tingkat presisi tinggi. Data spasial tersebut kemudian diolah menjadi model BIM yang tidak hanya menggambarkan geometri bangunan, tetapi juga menyimpan informasi atribut, seperti material, kondisi elemen, dan umur aset. Dalam analisis geospasial, model ini berfungsi sebagai basis data terpadu yang merepresentasikan posisi relatif elemen bangunan serta keterkaitannya dengan lingkungan sekitar.

Bagaimana Scan to BIM Meningkatkan Manajemen dan Pemeliharaan Fasilitas dan Bangunan? - Gambar 1

Pemahaman dan penerapan Scan to BIM terus didorong melalui kolaborasi berbagai pihak. Oleh karena itu, Academy Spatial and BIM (ASBIM) menginisiasi seminar nasional dengan menghadirkan perspektif akademisi, pemerintah, dan praktisi dengan melibatkan Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian PU dan akademisi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Melalui seminar nasional bertajuk “Scan to BIM for Facility Management”, ASBIM menghadirkan beberapa narasumber ternama:

  • Komang Sri Hartini, S.T., M.Sc. (Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi-PUSDATIN Kementerian PU)

  • Muhammad Ibnu Syamsi, S.T., M.Eng., Ph.D. (Dosen Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)

  • Amor Cakra Pridasmara, S.T. (PT Geo BIM Indonesia)

Bagi masyarakat yang ingin memperdalam pemahaman mengenai penerapan Scan to BIM dalam manajemen dan pemeliharaan fasilitas, tersedia kesempatan untuk mengikuti seminar nasional bertajuk “Scan to BIM for Facility Management” yang diselenggarakan oleh ASBIM pada 22 Januari 2026. Kegiatan ini direncanakan berlangsung secara daring dan dapat diikuti secara gratis oleh seluruh kalangan.

Melalui seminar ini, peserta diharapkan memperoleh wawasan komprehensif mengenai peran Scan to BIM sebagai pendekatan berbasis data spasial dalam pengelolaan bangunan. Pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi ASBIM.

Bagaimana Scan to BIM Meningkatkan Manajemen dan Pemeliharaan Fasilitas dan Bangunan? - Gambar 2

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!