Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Event Saatnya Mahasiswa Indonesia Unjuk Gigi, ASEAN Geos...
Event

Saatnya Mahasiswa Indonesia Unjuk Gigi, ASEAN Geospatial Challenge 2026 Resmi Digelar

Saatnya Mahasiswa Indonesia Unjuk Gigi, ASEAN Geospatial Challenge 2026 Resmi Digelar

Inilah saatnya bagi mahasiswa Indonesia menunjukkan potensi terbaik mereka dalam pemanfaatan teknologi dan informasi geospasial. Kehadiran ASEAN Geospatial Challenge 2026 menjadi ajang penting untuk menguji kreativitas dan inovasi generasi muda dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs).

Geospasial tidak lagi sekadar soal peta, melainkan instrumen strategis yang dapat membantu mengidentifikasi kawasan rawan bencana, merencanakan pembangunan kota yang berkelanjutan, hingga memantau perubahan lingkungan yang berdampak pada kehidupan masyarakat. Dalam konteks inilah, mahasiswa menjadi agen perubahan yang diharapkan mampu menghasilkan ide segar dan solusi aplikatif.

Kompetisi nasional yang diselenggarakan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) ini dibuka untuk seluruh mahasiswa Indonesia yang memiliki gagasan terkait pemanfaatan geospasial. Karya yang dikirimkan dapat berupa aplikasi berbasis web, mobile, destop, atau bentuk teknologi lain yang relevan dengan tema pembangunan berkelanjutan. Dua tim dengan karya terbaik akan mendapatkan hadiah sebesar 5 juta rupiah serta kesempatan untuk mewakili Indonesia di tingkat ASEAN. Penyelenggara menyatakan bahwa kompetisi ini bukan hanya ajang untuk memenangkan hadiah, melainkan juga sarana memperluas wawasan, membangun jaringan, dan melatih kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan ide melalui karya yang bermanfaat.

Gambar 1

Pendaftaran gelaran ini telah resmi dibuka pada tanggal 29 September 2025. Berikut adalah jadwal proses seleksi regional Indonesia ASEAN Geospatial Challenge 2026.

  • 29 September – 10 November 2025: Pendaftaran project
  • 17 November 2025: Pengumuman seleksi berkas
  • 27 November 2025: Presentasi karya
Gambar 2

Rangkaian kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran berharga, di mana mahasiswa tidak hanya diuji dari sisi teknis, tetapi juga kemampuan analisis serta komunikasi ilmiah. Kompetisi ini bertujuan membangun hubungan baik antarpemuda, meningkatkan kompetensi teknis, serta menumbuhkan minat baru di ranah geospasial.

Di tingkat regional, The ASEAN Geospatial Challenge: Geospatial Youth Edition menghadirkan mahasiswa dari berbagai negara ASEAN untuk berkolaborasi dalam bidang geospasial. Panitia menegaskan bahwa tantangan ini bukan sekadar lomba, melainkan juga jembatan untuk menghubungkan pengetahuan lokal dengan kebutuhan global dalam pencapaian SDGs.

Partisipasi mahasiswa dalam kompetisi ini memiliki nilai strategis ganda, yaitu membawa nama bangsa dalam forum internasional sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam menghadirkan solusi berbasis geospasial untuk pembangunan berkelanjutan di dalam negeri. Dengan kreativitas, inovasi, dan kepedulian, mahasiswa mampu mengubah data menjadi keputusan, serta menjadikan peta sebagai arah kebijakan.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login dan berlangganan untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!