Inilah saatnya bagi mahasiswa Indonesia menunjukkan potensi terbaik mereka dalam pemanfaatan teknologi dan informasi geospasial. Kehadiran ASEAN Geospatial Challenge 2026 menjadi ajang penting untuk menguji kreativitas dan inovasi generasi muda dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs).
Geospasial tidak lagi sekadar soal peta, melainkan instrumen strategis yang dapat membantu mengidentifikasi kawasan rawan bencana, merencanakan pembangunan kota yang berkelanjutan, hingga memantau perubahan lingkungan yang berdampak pada kehidupan masyarakat. Dalam konteks inilah, mahasiswa menjadi agen perubahan yang diharapkan mampu menghasilkan ide segar dan solusi aplikatif.
Kompetisi nasional yang diselenggarakan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) ini dibuka untuk seluruh mahasiswa Indonesia yang memiliki gagasan terkait pemanfaatan geospasial. Karya yang dikirimkan dapat berupa aplikasi berbasis web, mobile, destop, atau bentuk teknologi lain yang relevan dengan tema pembangunan berkelanjutan. Dua tim dengan karya terbaik akan mendapatkan hadiah sebesar 5 juta rupiah serta kesempatan untuk mewakili Indonesia di tingkat ASEAN. Penyelenggara menyatakan bahwa kompetisi ini bukan hanya ajang untuk memenangkan hadiah, melainkan juga sarana memperluas wawasan, membangun jaringan, dan melatih kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan ide melalui karya yang bermanfaat.
