Perkembangan teknologi remote sensing, atau pengindraan jauh, kini menjadi fondasi penting dalam pengambilan keputusan geospasial di tengah meningkatnya kompleksitas wilayah serta tuntutan respons yang cepat dan akurat. Dengan memanfaatkan citra satelit, data udara dari pesawat berawak, wahana drone, serta dukungan kecerdasan buatan (AI), berbagai bidang mampu memantau, menganalisis, dan merespons perubahan di permukaan Bumi secara lebih efisien tanpa ketergantungan penuh pada survei lapangan konvensional. Pendekatan ini menandai pergeseran dari metode reaktif menuju pengelolaan wilayah yang lebih proaktif dan berbasis data.
Peran teknologi ini menjadi makin krusial dalam konteks penanganan bencana. Melalui pemanfaatan citra satelit, citra udara, dan data drone, wilayah rawan bencana dapat dipantau secara berkelanjutan, mulai dari potensi banjir, longsor, kebakaran hutan, hingga dampak gempa bumi.
Analisis spasial berbasis geo-AI memungkinkan identifikasi pola kerentanan dan tingkat risiko sejak dini sehingga strategi mitigasi dapat dirancang secara lebih tepat sasaran. Pada fase tanggap darurat, ketersediaan data real-time membantu tim di lapangan memetakan area terdampak, menentukan jalur evakuasi, serta mengalokasikan sumber daya secara efisien. Sementara pada tahap pascabencana, teknologi ini berfungsi untuk menilai tingkat kerusakan infrastruktur dan lingkungan secara cepat dan objektif sehingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat dilakukan berdasarkan data yang akurat dan terintegrasi.
Kekayaan dan keberagaman data spasial tersebut menjadi basis analisis yang kuat untuk menghasilkan keputusan yang lebih cerdas, adaptif, dan berkelanjutan di era berbasis data. Seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi ini, integrasi AI melalui pendekatan geo-AI dan machine learning makin memperkuat kemampuan analisis spasial, terutama dalam proses ekstraksi data otomatis, pengenalan pola, serta optimalisasi pengelolaan data berskala besar. Transformasi ini menempatkan teknologi remote sensing bukan sekadar sebagai alat observasi, melainkan sebagai komponen strategis dalam perencanaan dan pengelolaan wilayah.
Sadar akan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang tersebut, Academy Spatial and BIM (ASBIM) menginisiasi webinar gratis bertajuk Artificial Intelligence (AI)—Based Analysis and Optimization of Remote Sensing. Dengan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, yakni dosen Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada (UGM), webinar akan diselenggarakan melalui Zoom Meeting pada:
Hari, tanggal: Sabtu, 7 Februari 2026
Waktu: 10.00–11.30 WIB
Narasumber: Calvin Wijaya, S.T., M.Eng. (Dosen Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta)
