Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home AI Amap Percepat Riset “World Models” untuk Dorong Lo...
AI

Amap Percepat Riset “World Models” untuk Dorong Lompatan Besar AI Spasial Alibaba

Amap Percepat Riset “World Models” untuk Dorong Lompatan Besar AI Spasial Alibaba

Di tengah persaingan global dalam menguasai teknologi kecerdasan buatan generasi berikutnya, Alibaba Group melalui perusahaan pemetaan dan navigasi Amap mempercepat langkahnya. Perusahaan ini kini menaruh perhatian besar pada pengembangan world models, sistem kecerdasan buatan yang dirancang untuk menyimulasikan lingkungan dunia nyata secara menyeluruh. Langkah tersebut menandai ambisi Alibaba untuk menanamkan AI secara lebih dalam ke berbagai layanannya, sekaligus memposisikan Amap sebagai pemain kunci dalam revolusi AI berbasis ruang.

Menurut laporan Shanghai Securities News via South China Morning Post, Amap sedang menyiapkan produk baru yang dibangun dari FantasyWorld, world model yang dikembangkan oleh Alibaba Amap Computer Vision Lab dan diluncurkan pada September lalu. Alibaba tidak memberikan komentar ketika dimintai keterangan, tetapi laporan tersebut menyebutkan bahwa FantasyWorld saat ini memimpin WorldScore, tolok ukur evaluasi yang dibuat oleh tim Fei-Fei Li di Universitas Stanford. Model-model lain yang berada di jajaran teratas termasuk TeleWorld milik China Telecom dan Voyager dari Tencent.

Baca juga: Fei-Fei Li Kembangkan AI yang Mampu Menciptakan Dunia Fantasi 3D

Laboratorium visi komputer Amap yang mereka sebut sebagai pusat riset utama dalam mendukung “spatial intelligent internet” telah bekerja lintas enam domain strategis. Area itu mencakup autonomous driving, 3D generation, world modelling, embodied intelligence, human-centric AI, serta general deep learning. Dalam makalah riset FantasyWorld, tim peneliti menegaskan bahwa embangun world models sejak lama dipandang sebagai langkah kunci menuju kecerdasan buatan umum (artificial general intelligence—AGI).

Upaya riset itu juga tercermin dalam rekrutmen. Amap membuka empat posisi baru terkait world models dan 13 posisi untuk bidang embodied intelligence. Pergerakan ini sejalan dengan tren global: perusahaan-perusahaan teknologi terbesar berlomba menciptakan AI yang mampu memahami konteks ruang, berinteraksi dengan lingkungan fisik, dan tidak hanya sekadar menghasilkan teks atau gambar.

Perkembangan serupa terjadi di panggung global. Google pada Agustus mengumumkan Genie 3, world model serbaguna, setelah Meta memperkenalkan V-JEPA 2 dua bulan sebelumnya. Di Tiongkok, Tencent dan ByteDance juga aktif mengembangkan teknologi sejenis.

Fei-Fei Li, salah satu tokoh paling berpengaruh di bidang AI, berulang kali menekankan bahwa spatial intelligence adalah batas selanjutnya untuk AI. Pesan tersebut kembali dikuatkannya pada November lalu setelah ia mendirikan World Labs, sebuah perusahaan rintisan yang telah mengumpulkan pendanaan setidaknya US$230 juta.

Dalam ekosistem Alibaba sendiri, Amap kini menjadi salah satu motor utama yang mendorong AI. Pada Desember, Amap menjadi layanan besar pertama yang sepenuhnya terintegrasi dengan aplikasi AI Alibaba, Qwen. Integrasi ini memungkinkan pengguna meminta rekomendasi restoran, hotel, hingga perencanaan rute perjalanan dan navigasi belokan demi belokan hanya melalui antarmuka percakapan tunggal.

Pada September, Amap juga memperkenalkan Street Stars, fitur pemeringkatan destinasi offline yang digerakkan AI, mulai dari restoran hingga objek wisata. Data dari fitur ini disebut akan turut memperkaya rekomendasi Qwen.

Baca juga: Amap 2025 Usung Kecerdasan Spasial untuk Mobilitas Pintar dan Efisien

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!