Serangan udara gabungan Amerika–Israel pada 28 Februari 2026 bukan hanya mengguncang pusat-pusat kekuatan militer Iran, tetapi juga memicu tragedi kemanusiaan yang menyita perhatian dunia. Operasi tersebut dilaporkan menyasar sejumlah titik strategis, termasuk kediaman pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta beberapa pangkalan milik Korps Garda Revolusi Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps—IRGC). Target utamanya disebut berada di fasilitas militer yang dianggap memiliki nilai strategis tinggi.
Salah satu titik serangan berada di kawasan Resalat Boulevard, Minab. Di lokasi ini, serangan diarahkan ke kompleks barak Sayyid al-Shohada yang digunakan oleh unit Angkatan Laut IRGC, Asef Brigade. Namun, posisi fasilitas militer yang berdekatan dengan area sipil menimbulkan dampak yang tidak terhindarkan. Sebuah sekolah dasar khusus perempuan yang berada di sekitar kompleks tersebut turut mengalami kerusakan parah akibat ledakan.
Informasi mengenai dampak terhadap sekolah itu pertama kali diperkuat oleh akun pemetaan berbasis komunitas, GeoConfirmed. Melalui analisis citra satelit dan verifikasi berbagai sumber open source, mereka mengidentifikasi bangunan yang terdampak sebagai sekolah dasar perempuan yang berada sangat dekat, bahkan diduga berada dalam perimeter kompleks militer IRGC. Temuan ini kemudian diperkuat oleh data dari OpenStreetMap yang menunjukkan bahwa lokasi tersebut memang berada di dalam atau beririsan dengan kawasan barak militer.
