Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Internasional Lewat Pemetaan Rawa Gambut, Irlandia Amankan Cadan...
Internasional

Lewat Pemetaan Rawa Gambut, Irlandia Amankan Cadangan Karbon

Lewat Pemetaan Rawa Gambut, Irlandia Amankan Cadangan Karbon

Rawa gambut merupakan salah satu penyerap karbon paling efektif di dunia, tetapi batas-batasnya sering kali sulit dikenali. Di Irlandia, tanah gambut yang berwarna cokelat gelap tersebar luas, mencakup setidaknya 20% dari total luas daratan. Untuk memetakan wilayah ini dengan lebih akurat, para peneliti dari Universitas Galway mengembangkan metode inovatif berbasis pengukuran radiasi gama.

Penelitian ini berhasil mengidentifikasi zona transisi, yaitu area di mana tanah beralih dari gambut menjadi tanah mineral, yang tersembunyi di bawah hutan dan padang rumput. Pendekatan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai lokasi dan luas sebaran tanah organik yang tersembunyi dan kaya karbon.

Menurut Eve Daly, geofisikawan yang memimpin proyek ini, pemetaan yang lebih presisi membuka jalan bagi pengelolaan lahan yang lebih bijak dan pengurangan emisi gas rumah kaca. Ia menambahkan bahwa peta baru yang dikembangkan timnya dengan sistem kode warna untuk membedakan gambut dan nongambut telah memperluas area yang kini diakui sebagai tanah gambut.

Pemetaan ini menggunakan sensor radiasi gama yang dipasang di pesawat terbang rendah untuk memindai seluruh wilayah. Semua batu dan jenis tanah memancarkan radiasi alami dalam jumlah tertentu, kecuali tanah gambut yang sebagian besar terdiri atas bahan organik dan hampir tidak memancarkan radiasi. Teknik ini memberikan pandangan dari atas seolah-olah dari mata burung untuk mengungkap lokasi tanah gambut yang tersembunyi.

Karakteristik unik tanah gambut yang terbentuk dari tumbuhan yang membusuk, air, dan udara membuatnya sangat kaya karbon. Ketika tetap basah, karbon tersebut tersimpan dengan aman. Namun, jika lahan dikeringkan, misalnya untuk pertanian atau sumber bahan bakar, proses pembusukan kembali aktif sehingga menghasilkan emisi karbon dioksida.

Menurut Triven Koganti, pakar agroekologi dari Universitas Aarhus, Denmark, sekitar 5% dari total emisi gas rumah kaca global berasal dari tanah gambut yang telah dialihfungsikan menjadi pertanian. Ia menekankan bahwa pemetaan batas lahan gambut secara akurat sangat penting untuk mencapai target restorasi lahan global. Penelitian dari Irlandia ini memberikan kontribusi penting dalam membangun dasar ilmiah untuk pemulihan rawa gambut di seluruh dunia.

Dengan sekitar 80% wilayahnya telah dipetakan menggunakan pendekatan ini, Irlandia menjadi salah satu negara terdepan dalam pemetaan lahan gambut. Dave O’Leary, salah satu pemimpin proyek, menyebut bahwa sangat sedikit negara yang berinvestasi pada data lingkungan sedetail ini.

Penggunaan teknologi lama dengan pendekatan baru, seperti yang dilakukan dalam proyek ini, memperlihatkan bagaimana inovasi ilmiah dapat memainkan peran besar dalam pelestarian ekosistem dan penanggulangan perubahan iklim. Pemahaman yang lebih dalam tentang lokasi dan karakteristik tanah gambut tidak hanya mendukung pengelolaan lahan yang lebih baik, tetapi juga menjadi kunci dalam mengurangi emisi karbon yang tersembunyi di bawah permukaan tanah.

Sumber: Barron’s, Phys.org

Tags:

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!