Konflik antara Amerika-Israel dan Iran memasuki babak baru yang melampaui batas teritorial fisik. Ruang konflik kini tidak lagi terbatas pada koordinat udara atau darat, melainkan merambah ruang digital yang menjangkau jutaan titik pengguna secara langsung.
Laporan India Today menyebut Israel meretas aplikasi waktu salat populer Iran, BadeSaba Calendar, untuk menyebarkan notifikasi yang menyerukan personel militer Iran agar membelot dari rezim. Serangan ini disebut berlangsung selaras dengan operasi militer gabungan Amerika-Israel yang menargetkan pusat komando Teheran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
BadeSaba pada dasarnya adalah kalender Hijriah digital yang mengirim pengingat lima waktu salat, subuh, zuhur, asar, magrib, dan isya, dengan suara azan langsung ke layar pengguna. Ia juga menandai hari besar Islam, seperti peringatan kelahiran nabi, dan hari raya lainnya.
Namun, pada Sabtu pagi, notifikasi yang biasanya berisi pengingat sholat tersebut justru berubah menjadi pesan politik. Dalam operasi ini, platform tersebut berubah menjadi medium perang psikologis, memanfaatkan kedekatan emosional dan rutinitas spiritual pengguna.
