Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Internasional Kudeta dari Ruang Digital, Israel Retas Aplikasi W...
Internasional

Kudeta dari Ruang Digital, Israel Retas Aplikasi Waktu Salat Iran Agar Warganya Membelot dari Rezim

Kudeta dari Ruang Digital, Israel Retas Aplikasi Waktu Salat Iran Agar Warganya Membelot dari Rezim

Konflik antara Amerika-Israel dan Iran memasuki babak baru yang melampaui batas teritorial fisik. Ruang konflik kini tidak lagi terbatas pada koordinat udara atau darat, melainkan merambah ruang digital yang menjangkau jutaan titik pengguna secara langsung.

Laporan India Today menyebut Israel meretas aplikasi waktu salat populer Iran, BadeSaba Calendar, untuk menyebarkan notifikasi yang menyerukan personel militer Iran agar membelot dari rezim. Serangan ini disebut berlangsung selaras dengan operasi militer gabungan Amerika-Israel yang menargetkan pusat komando Teheran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

BadeSaba pada dasarnya adalah kalender Hijriah digital yang mengirim pengingat lima waktu salat, subuh, zuhur, asar, magrib, dan isya, dengan suara azan langsung ke layar pengguna. Ia juga menandai hari besar Islam, seperti peringatan kelahiran nabi, dan hari raya lainnya. 

Namun, pada Sabtu pagi, notifikasi yang biasanya berisi pengingat sholat tersebut justru berubah menjadi pesan politik. Dalam operasi ini, platform tersebut berubah menjadi medium perang psikologis, memanfaatkan kedekatan emosional dan rutinitas spiritual pengguna. 

Kudeta dari Ruang Digital, Israel Retas Aplikasi Waktu Salat Iran Agar Warganya Membelot dari Rezim - Gambar 1

Serangan siber ini disebut berlangsung bersamaan dengan gelombang serangan udara yang diarahkan ke pusat komando Iran. Sinkronisasi ini menunjukkan pola operasi multidomain, udara untuk menghancurkan infrastruktur fisik, dan ruang digital untuk alat propaganda. Dengan menjangkau jutaan perangkat secara serentak, pesan pembelotan itu ditujukan untuk menciptakan efek perlawanan nasional tanpa perlu mobilisasi pasukan di lapangan.

Strategi ini memperlihatkan bagaimana peta konflik modern kini mencakup ruang siber sebagai medan tempur setara darat, laut, dan udara. Operasi tersebut menandai transformasi perang menjadi lebih terdesentralisasi, di mana satu notifikasi dapat memiliki dampak strategis setara dengan satu serangan rudal.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!