Pengembangan teknologi kedirgantaraan makin dipandang sebagai salah satu pilar penting dalam memperkuat kapasitas pembangunan nasional. Kemajuan teknologi penerbangan dan roket tidak hanya berkaitan dengan eksplorasi ruang udara dan antariksa, tetapi juga berperan dalam mendukung berbagai kebutuhan strategis, seperti pemantauan wilayah, pengelolaan sumber daya alam, hingga penguatan sistem keamanan nasional. Dalam konteks pembangunan berbasis data dan inovasi, pemanfaatan riset teknologi kedirgantaraan menjadi kian relevan untuk memperkuat perencanaan pembangunan yang berbasis analisis geospasial.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan berbagai capaian riset teknologi penerbangan dan roket kepada delegasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas di Pusat Riset BRIN Rumpin, Bogor, Kamis 6 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya integrasi antara hasil penelitian dengan proses perencanaan pembangunan nasional, khususnya pada sektor kedirgantaraan dan keantariksaan. Teknologi penerbangan dan roket memiliki peran strategis dalam mendukung pemantauan wilayah, pengelolaan sumber daya alam, hingga penguatan sistem pertahanan dan keamanan berbasis ruang udara. Pemanfaatan hasil riset tersebut diharapkan dapat memperkuat basis data spasial yang dibutuhkan dalam perumusan kebijakan pembangunan yang lebih terukur dan berbasis bukti ilmiah.
Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) BRIN, Robertus Heru Triharjanto, menyampaikan bahwa tim Bappenas berupaya memperoleh gambaran menyeluruh mengenai arah pengembangan riset kedirgantaraan di BRIN. Delegasi tersebut berasal dari Kedeputian Infrastruktur Bappenas yang kini memiliki direktorat dengan nomenklatur baru di bidang kedirgantaraan dan keantariksaan. Dalam pertemuan tersebut, BRIN memaparkan berbagai riset strategis yang sedang dikembangkan di Pusat Riset Teknologi Penerbangan serta Pusat Riset Teknologi Roket. Penelitian mencakup pengembangan sistem penerbangan, desain dan pengujian komponen pesawat, hingga teknologi roket sebagai bagian dari penguasaan teknologi antariksa nasional. Selain itu, BRIN juga memetakan kapasitas sumber daya manusia peneliti, fasilitas laboratorium, serta infrastruktur pengujian yang tersebar secara spasial sebagai bagian dari ekosistem riset nasional.
Kolaborasi antara BRIN dan Bappenas diharapkan mampu memperkuat ekosistem riset kedirgantaraan dan keantariksaan Indonesia, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi penerbangan dan roket sebagai instrumen strategis dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berbasis analisis spasial. Dengan demikian, sinergi antara lembaga riset dan lembaga perencanaan pembangunan menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa pengembangan teknologi kedirgantaraan tidak hanya berhenti pada capaian ilmiah, tetapi juga dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan program pembangunan yang berdampak nyata.
