Ambisi kedaulatan dan kendali wilayah di era modern kembali menjadi sorotan dunia menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Rabu, 21 Januari 2026. Trump secara terang-terangan menyatakan bahwa Amerika Serikat membutuhkan kepemilikan atas Greenland sebagai langkah pertahanan strategis.
"Amerika Serikat membutuhkan 'kepemilikan' atas Greenland untuk membela diri dari lawan-lawan seperti Tiongkok dan Rusia," ujar Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya "tidak akan menggunakan kekuatan militer" untuk mendapatkan pulau yang memiliki pemerintahan mandiri di bawah Kerajaan Denmark tersebut, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera.
Pernyataan ini membuka kembali diskusi global mengenai keberadaan wilayah seberang laut (overseas territories) yang hingga kini masih dipertahankan oleh negara-negara besar. Wilayah-wilayah ini sering kali merupakan sisa dari imperium kolonial masa lalu yang kini dialihfungsikan menjadi pangkalan militer, pusat penelitian ilmiah, atau zona ekonomi eksklusif.
Mengapa Wilayah Seberang Laut Masih Bertahan?
Meskipun gelombang dekolonisasi besar-besaran terjadi pada abad ke-20, banyak wilayah kecil di berbagai penjuru dunia yang memilih untuk tetap mempertahankan ikatan dengan negara induk mereka. Alasan utamanya beragam, mulai dari stabilitas ekonomi dan keamanan, hingga keterbatasan sumber daya untuk menjadi negara berdaulat sepenuhnya.
Bagi negara induk, wilayah ini adalah aset geopolitik yang sangat berharga. Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah daftar negara dengan wilayah seberang laut terbanyak serta fungsi strategis di baliknya.
- Britania Raya (14 Wilayah)
Inggris memimpin dengan 14 wilayah yang tersebar di Atlantik, Karibia, Pasifik, hingga wilayah kutub. Beberapa wilayah berpenghuni, seperti Bermuda, Gibraltar, dan Kepulauan Cayman, memiliki pemerintahan mandiri, tetapi urusan pertahanan tetap menjadi tanggung jawab London. Wilayah lainnya yang jarang berpenghuni, seperti Wilayah Antarktika Britania Raya, digunakan murni untuk kepentingan sains dan pangkalan militer.
