Keberadaan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menjadi perhatian dunia setelah muncul laporan bahwa area kediamannya terkena serangan udara pada Sabtu, 28 Februari 2026. Serangan yang disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel itu tidak menyasar lokasi sembarangan. Kompleks yang selama ini dikenal memiliki sistem keamanan sangat ketat tersebut berada di kawasan strategis yang dekat dengan pusat pemerintahan, sehingga secara simbolik maupun politik memiliki nilai yang sangat tinggi.
Citra satelit resolusi tinggi yang dirilis perusahaan Airbus dan diwartakan oleh The Guardian memperlihatkan asap hitam tebal membumbung dari area kompleks sesaat setelah serangan terjadi. Dari perbandingan gambar sebelum dan sesudah kejadian, terlihat beberapa bagian atap bangunan hilang, struktur utama mengalami kerusakan berat, dan sebagian area diduga runtuh akibat ledakan. Pola kerusakan yang tampak dari atas menunjukkan dampak yang besar namun terfokus pada titik tertentu, karakteristik yang kerap dikaitkan dengan penggunaan amunisi presisi tinggi. Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi yang menjelaskan secara teknis jenis senjata yang digunakan dalam serangan tersebut.
