Pemanfaatan teknologi geospatial artificial intelligence (GeoAI) kini makin dipandang penting dalam mendukung tata kelola perkotaan yang lebih efektif dan berbasis data. Teknologi ini memungkinkan analisis data geospasial dilakukan dengan lebih cepat, akurat, dan efisien dibandingkan metode konvensional. Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Geoinformatika (PRGI) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Fahmi, menjelaskan bahwa GeoAI mampu memanfaatkan berbagai sumber data geospasial, terutama citra satelit, untuk membantu memahami kondisi wilayah secara lebih menyeluruh.
Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, berbagai proses, seperti deteksi otomatis bangunan, klasifikasi tingkat kerusakan, hingga pemantauan perubahan wilayah, dapat dilakukan secara lebih sistematis. Hasil analisis ini kemudian dapat menjadi dasar penting bagi pemerintah dan para perencana kota dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, baik pada skala lokal maupun nasional.
Fahmi juga menekankan bahwa perkembangan teknologi pengindraan jauh membuka peluang besar untuk mengubah cara pengelolaan pertanahan yang selama ini cenderung bersifat administratif. Dengan dukungan teknologi geospasial, sistem pengelolaan pertanahan berpotensi berkembang menjadi lebih cerdas, adaptif, bahkan bersifat prediktif. Artinya, pengelolaan ruang tidak lagi sekadar berfokus pada pencatatan atau pendataan lahan, tetapi juga mampu mengantisipasi berbagai perubahan yang terjadi di lapangan.
Hal ini menjadi makin penting mengingat perkembangan kota-kota di Indonesia berlangsung sangat pesat dan dinamis. Menurut Fahmi, pertumbuhan wilayah perkotaan saat ini kian kompleks, bahkan dalam banyak kasus laju perkembangannya kerap melampaui kemampuan sistem tata kelola yang tersedia. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari konflik lahan, ketidaksesuaian pemanfaatan ruang, hingga meningkatnya kerentanan kawasan perkotaan terhadap berbagai jenis bencana.
Dalam situasi tertentu, seperti ketika bencana terjadi, status maupun fungsi lahan juga dapat mengalami perubahan atau bahkan menjadi tidak jelas. Oleh karena itu, pemantauan perubahan wilayah secara berkala menjadi sangat penting agar pemerintah dapat memahami dinamika ruang secara lebih akurat dan mengambil langkah penanganan yang tepat.
Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi GeoAI dan pengindraan jauh memberikan peluang besar untuk meningkatkan kualitas tata kelola perkotaan di Indonesia. Melalui kemampuan analisis data geospasial yang cepat dan akurat, pemerintah dapat memperoleh gambaran kondisi wilayah secara lebih komprehensif serta memantau berbagai perubahan yang terjadi di ruang perkotaan secara berkelanjutan. Informasi tersebut pada akhirnya menjadi landasan penting dalam mendukung perencanaan pembangunan, pengelolaan pertanahan, hingga upaya mitigasi bencana yang lebih efektif dan berbasis data.
