Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Sains Teknologi BRIN-ESA Perkuat Kolaborasi Observasi Bumi untuk D...
Sains Teknologi

BRIN-ESA Perkuat Kolaborasi Observasi Bumi untuk Dukung Mitigasi Bencana

BRIN-ESA Perkuat Kolaborasi Observasi Bumi untuk Dukung Mitigasi Bencana

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Geoinformatika menjalin kerja sama dengan European Space Agency (ESA) melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) di Bandung pada Selasa, 3 Maret 2026. Kesepakatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi pemanfaatan data Observasi Bumi guna mendukung pembangunan berkelanjutan serta pengurangan risiko bencana di Indonesia dan kawasan ASEAN.

Kerja sama ini penting karena integrasi data pengindraan jauh dari satelit memungkinkan pemantauan kondisi wilayah secara lebih komprehensif dan berkelanjutan. Melalui citra satelit dan pemrosesan data spasial, berbagai dinamika lingkungan, seperti perubahan tutupan lahan, perkembangan kawasan perkotaan, hingga pergeseran garis pantai, dapat dianalisis secara lebih akurat untuk mendukung pengambilan kebijakan berbasis data.

Kepala Pusat Riset Geoinformatika BRIN, M. Rokhis Khomarudin, menyatakan bahwa penandatanganan LoI tersebut mencerminkan komitmen bersama antara BRIN dan ESA dalam memajukan pemanfaatan teknologi Observasi Bumi demi kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Kerja sama ini dipandang sebagai langkah penting untuk memperkuat kapasitas analisis geospasial dalam memahami dinamika lingkungan yang makin kompleks. Dengan dukungan data satelit beresolusi tinggi, pemetaan wilayah rawan bencana, seperti banjir, kebakaran hutan, dan abrasi pantai, dapat dilakukan secara lebih sistematis. Informasi tersebut menjadi dasar penting dalam pengembangan sistem peringatan dini serta perencanaan tata ruang berbasis risiko.

Kolaborasi ini juga berada dalam kerangka inisiatif Sustainable Connectivity Package for Europe and ASEAN (SCOPE) yang mendorong pemanfaatan data Observasi Bumi Copernicus di kawasan Asia Tenggara. Melalui skema tersebut, Indonesia diharapkan dapat makin mengoptimalkan penggunaan data satelit untuk mendukung berbagai kebutuhan pembangunan dan pengelolaan lingkungan. Dalam analisis geospasial, data Copernicus menyediakan informasi lingkungan yang bersifat multi-temporal dan mencakup wilayah yang luas sehingga memungkinkan pemantauan perubahan lingkungan secara berkelanjutan.

Bagi Indonesia, kerja sama ini memiliki nilai strategis mengingat negara ini tidak hanya memiliki kekayaan biodiversitas, hutan tropis, dan ekosistem laut yang luas, tetapi juga menghadapi berbagai tantangan akibat perubahan iklim, seperti banjir, abrasi pantai, kebakaran hutan, dan ancaman terhadap ketahanan pangan. Dalam konteks tersebut, pemanfaatan teknologi Observasi Bumi dinilai dapat memperkuat kapasitas analisis geospasial nasional dalam memantau perubahan lingkungan sekaligus memetakan potensi risiko secara lebih detail.

Selain itu, kerja sama ini juga diharapkan mampu memperkuat sistem Geomimo dan Spectra yang telah dikembangkan oleh BRIN. Integrasi dengan data pengindraan jauh milik ESA berpotensi meningkatkan kualitas serta cakupan analisis geospasial yang dimiliki Indonesia. Ruang lingkup kolaborasi tersebut mencakup pengembangan riset bersama di bidang Observasi Bumi, pertukaran pengetahuan dan keahlian, fasilitasi akses terhadap data Copernicus dan ESA, serta penyelenggaraan program peningkatan kapasitas dan lokakarya bagi peneliti Indonesia dan kawasan ASEAN. Kolaborasi ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama riset yang lebih luas, sekaligus menghasilkan solusi berbasis data geospasial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan dan bencana.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!