Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Sains Teknologi Prabowo dan Putin Jajaki Kerja Sama di Bidang Anta...
Sains Teknologi

Prabowo dan Putin Jajaki Kerja Sama di Bidang Antariksa

Prabowo dan Putin Jajaki Kerja Sama di Bidang Antariksa

Pertemuan antara Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kremlin, Moskow menjadi momentum penting dalam penguatan hubungan strategis kedua negara di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang. Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, kedua pemimpin membahas berbagai sektor kerja sama yang dinilai krusial bagi masa depan hubungan bilateral, mulai dari energi, pertanian, industri, farmasi, pendidikan, hingga sektor antariksa. Berdasarkan keterangan resmi, di antara seluruh agenda tersebut, kerja sama di bidang antariksa muncul sebagai salah satu fokus utama.

Dorongan untuk mempererat kolaborasi dengan Rusia di sektor ini tidak terlepas dari rencana strategis Indonesia membangun fasilitas peluncuran roket atau spaceport di Pulau Biak, Papua. Dalam analisis geospasial, Biak memiliki posisi yang sangat menguntungkan karena terletak dekat garis khatulistiwa sehingga menawarkan efisiensi tinggi untuk peluncuran satelit dan roket. 

Baca juga: Perkuat Kemandirian Antariksa, Spaceport di Biak Papua Masuki Tahap Pengembangan

Lokasi ini memungkinkan pemanfaatan kecepatan rotasi bumi secara optimal, yang dapat mengurangi kebutuhan bahan bakar sekaligus meningkatkan kapasitas muatan. Selain itu, posisi Biak yang menghadap Samudra Pasifik juga memberikan koridor peluncuran yang lebih aman karena lintasan roket dapat diarahkan ke wilayah laut terbuka.

Dilansir dari Metro TV News, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Profesor Arif Satria, menegaskan bahwa pengembangan sektor antariksa menjadi salah satu agenda utama Indonesia dalam forum Cosmonautics Day di Rusia. Ia menyatakan bahwa tujuan utama kunjungan tersebut adalah mempromosikan aktivitas antariksa Indonesia sekaligus memperkuat kerja sama dengan Rusia, khususnya dalam pengembangan teknologi ruang angkasa. Menurutnya, pembangunan spaceport di Biak merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem antariksa nasional, termasuk pengembangan ekonomi antariksa yang ke depan dapat mendukung sektor komunikasi, pengindraan jauh, mitigasi bencana, dan keamanan wilayah.

Kerja sama dengan Rusia dinilai sangat strategis mengingat negara tersebut merupakan salah satu pemimpin dunia dalam teknologi antariksa. Pertemuan dengan pimpinan Roscosmos, termasuk Direktur Jenderal Dmitry Bakanov, menjadi langkah lanjutan untuk membahas skema kolaborasi teknis antara BRIN dan badan antariksa Rusia. Jika terealisasi, proyek ini berpotensi menjadikan Biak sebagai simpul teknologi baru di Indonesia timur serta memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan teknologi antariksa di kawasan Indo-Pasifik.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!