Teknologi geospasial kembali menunjukkan perannya yang vital, bukan hanya untuk memetakan kondisi lingkungan, melainkan juga sebagai senjata strategis dalam menghentikan pembalakan liar (illegal logging) di Amazon. Dalam operasi lintas batas bertajuk Operation Green Shield yang digelar pada 23 Juni hingga 6 Juli 2025, aparat kepolisian dari Brasil, Kolombia, Ekuador, dan Peru bergabung untuk memberantas berbagai bentuk kejahatan lingkungan, mulai dari penambangan ilegal, perdagangan satwa liar, hingga pembalakan liar. Salah satu kunci keberhasilan operasi ini adalah pemanfaatan teknologi ArcGIS yang memudahkan koordinasi dan pengambilan keputusan di lapangan.
Operasi besar ini melibatkan lebih dari 1.500 personel yang tersebar di seluruh wilayah Amazon, dengan pusat komando yang beroperasi di Bogota. Dari pusat inilah, video dan data pelacakan lokasi operasi dipantau secara real-time. Kolonel Dana Humaid, Direktur Jenderal Direktorat Urusan Internasional di Kementerian Dalam Negeri Uni Emirat Arab sekaligus koordinator I2LEC (International Law Enforcement Initiative for Climate Change), berujar, “Itulah yang membuatnya berbeda, ini bukan perintah dari atas ke bawah, melainkan perancangan dan pelaksanaan bersama.” Pendekatan kolaboratif ini mematahkan pola kerja tradisional yang kerap sektoral dan terfragmentasi sehingga memungkinkan semua pihak bergerak serentak menuju tujuan yang sama.
