Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta bergerak cepat merespons temuan amblesan tanah di Kelurahan Girikarto, Kecamatan Panggang, Gunungkidul. Untuk memastikan tingkat kerawanan dan struktur rongga di bawah permukaan, BPBD DIY akan melakukan uji geolistrik sebagai langkah lanjutan. Metode ini dipilih karena mampu membaca kondisi bawah tanah secara lebih akurat, terutama di wilayah karst yang kompleks seperti Gunungkidul.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata menjelaskan bahwa amblesan yang ditemukan pada Rabu, 7 Januari lalu telah langsung direspons dengan asesmen lapangan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops BPBD DIY. Ia menegaskan bahwa pemeriksaan teknis perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya di bawah permukaan. “Dengan uji geolistrik kan kita bisa memastikan rongganya itu kedalamannya berapa, kemudian lebarnya berapa,” ujar Ruruh dikutip ANTARA, Senin, 12 Januari 2025.
Hasil pemeriksaan geolistrik nantinya akan menjadi dasar menentukan upaya antisipasi berikutnya, mengingat amblesan terjadi di bagian dalam rumah warga. BPBD DIY juga telah berkoordinasi dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) untuk persiapan teknis.
“Kalau memang kemudian membahayakan bagi masyarakat atau penduduk yang bermukim di situ, ya kita akan melakukan antisipasi bersama-sama dengan BPBD Kabupaten Gunungkidul,” ujarnya. Pelaksanaan uji geolistrik direncanakan dalam beberapa minggu ke depan, seiring penyiapan alat dan penjadwalan tim teknis.
Ruruh menambahkan bahwa Gunungkidul memiliki karakteristik geologi khas berupa aliran sungai bawah tanah serta rongga-rongga gua yang terbentuk secara alami. Struktur karst inilah yang membuat kawasan tersebut lebih rawan terjadi amblesan. “Kalau Gunungkidul kan tipikalnya di bawah tanah itu ada aliran sungai bawah tanah dan rongga-rongga gua. Nah, itu yang kemudian diperlukan teknologi yang tinggi untuk mendeteksi kedalaman dan lebarnya seperti apa,” kata Ruruh.
Kondisi geologi yang tidak terlihat dari permukaan membuat deteksi visual tidak cukup. Oleh karena itu, uji geolistrik menjadi alat utama untuk memetakan potensi bahaya secara ilmiah.
Bagaimana Geolistrik Bekerja?
Metode geolistrik merupakan teknik geofisika yang digunakan untuk memetakan struktur bawah permukaan melalui pengukuran resistivitas atau hambatan listrik tanah dan batuan. Pada praktiknya, arus listrik dialirkan melalui dua elektrode arus yang ditancapkan ke tanah, sementara dua elektrode potensial digunakan untuk mengukur beda tegangan yang muncul. Variasi resistivitas itulah yang digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan lapisan batuan, rongga, material lepas, hingga potensi akuifer.
