Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kini mengandalkan teknologi drone untuk mengawasi aktivitas badut jalanan di persimpangan lampu merah Kota Sampit. Langkah ini diambil guna memantau titik-titik dengan kepadatan lalu lintas tinggi yang sulit dijangkau melalui pengawasan darat secara konvensional.
Efektivitas teknologi ini terbukti saat petugas melakukan operasi di kawasan Jalan Pemuda dan Jalan Tjilik Riwut pada Rabu, 4 Februari 2026. Melalui deteksi udara, petugas berhasil mengidentifikasi dan mengamankan seorang badut jalanan yang dinilai melakukan aktivitas yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Dilansir dari TintaBorneo.com, Kepala Satpol PP Kotim Widya Yulianti mengungkapkan bahwa pemanfaatan drone memberikan gambaran visual yang komprehensif. Hal ini sangat membantu petugas dalam mengambil keputusan cepat di tengah arus kendaraan yang padat.
“Dengan bantuan drone, petugas dapat memantau pergerakan badut jalanan dari udara sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. Dari hasil pemantauan tersebut, satu badut jalanan berhasil kami amankan untuk dilakukan pembinaan,” ujar Widya, Minggu, 8 Februari 2026.
Selain mempercepat penindakan, teknologi ini dirancang untuk menekan risiko kecelakaan. Petugas tidak perlu lagi bersiaga secara fisik di tengah jalan raya yang sibuk hanya untuk melakukan pengintaian. Dengan demikian, faktor keamanan baik bagi personel maupun warga lebih terjamin.
Pendekatan Persuasif dan Humanis
Meskipun menggunakan perangkat militeristik, seperti drone, Satpol PP Kotim tetap memegang teguh prinsip kemanusiaan dalam setiap penertiban. Widya menekankan bahwa setiap warga yang terjaring tetap diperlakukan secara persuasif. Badut jalanan yang diamankan tidak langsung dijatuhi sanksi berat, melainkan diarahkan untuk mendapatkan pembinaan intensif.
“Kami mengutamakan pembinaan dan pencegahan. Drone hanya menjadi alat bantu pengawasan, sementara pendekatan kepada masyarakat tetap dilakukan secara persuasif dan dialogis sesuai ketentuan peraturan yang berlaku,” jelas Widya.
Keberhasilan penertiban di persimpangan Jalan Pemuda menjadi pemantik bagi Satpol PP Kotim untuk terus mengoptimalkan teknologi digital. Pemanfaatan drone akan menjadi bagian integral dari strategi menjaga ketertiban umum di masa depan. Upaya ini diharapkan tidak hanya menciptakan kelancaran arus lalu lintas di Kota Sampit, tetapi juga memberikan perlindungan maksimal bagi keselamatan seluruh pengguna jalan melalui pemantauan yang terukur dan efisien.
