Sebagai negara kepulauan yang terbentang luas dan berada di kawasan dengan dinamika geologi kompleks, Indonesia membutuhkan sistem pemetaan yang mampu memberikan data presisi tinggi secara berkelanjutan. Transformasi digital di sektor geospasial pun menuntut adanya infrastruktur referensi yang kuat, stabil, dan terintegrasi. Dalam konteks inilah kolaborasi antara Global Navigation Satellite System (GNSS) dan Continuously Operating Reference Stations (CORS) menjadi makin krusial sebagai fondasi utama penguatan sistem pemetaan nasional.
Integrasi jaringan GNSS dan CORS kini menjadi salah satu pilar utama dalam penguatan teknologi pemetaan Indonesia. Kolaborasi lintas kementerian, lembaga, hingga pelaku swasta dipandang penting untuk membangun ekosistem pemantauan geospasial yang kuat dan konsisten.
Deputi Bidang Informasi Geospasial Tematik BIG, Antonius Bambang Wijanarto, dalam GNSS Indonesia Summit & Expo 2025 di Balairung Universitas Indonesia, Depok, menyampaikan bahwa Indonesia sebagai negara dengan aktivitas geologi yang intens membutuhkan sistem pemantauan bumi yang bekerja tanpa jeda. Ia menegaskan bahwa integrasi GNSS CORS merupakan langkah strategis guna menghadirkan data geospasial akurat dan real-time untuk kebutuhan keselamatan publik dan percepatan pembangunan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Anton menjelaskan bahwa posisi Indonesia di kawasan cincin api menjadikan negara ini rentan terhadap gempa bumi, pergeseran lempeng, dan aktivitas vulkanik. Kondisi ini menuntut keberadaan sistem pemantauan berkelanjutan yang didukung data presisi tinggi. Ia menyatakan bahwa tanpa integrasi antarjaringan, kemampuan GNSS CORS tidak dapat dimanfaatkan secara optimal, padahal kolaborasi dapat memperluas cakupan layanan, meningkatkan konsistensi data, serta memperkuat ketangguhan nasional dalam menghadapi dinamika geospasial.
Berdasarkan keterangan di laman resmi BIG, saat ini, mereka mengoperasikan 477 stasiun Indonesia CORS (Ina-CORS) yang tersebar di seluruh Nusantara sebagai fondasi utama sistem referensi geospasial nasional. Jaringan ini digunakan untuk berbagai kebutuhan strategis mulai dari survei pemetaan, monitoring gempa, pemantauan deformasi gunung api, hingga analisis penurunan tanah di kawasan pesisir dan perkotaan. Dengan tingkat akurasi koreksi horizontal lebih baik dari 2,5 sentimeter dan vertikal lebih baik dari 5,5 sentimeter, Ina-CORS menyediakan data presisi tinggi yang mendukung perencanaan pembangunan, mitigasi bencana, serta penelitian geospasial jangka panjang.
Penguatan kolaborasi GNSS dan CORS membawa dampak langsung pada peningkatan kualitas dan stabilitas data spasial di Indonesia. Integrasi jaringan di berbagai sektor diproyeksikan mempercepat peningkatan mutu pemantauan geologi, memperbaiki kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana, dan mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan. Dengan sistem pemetaan yang makin presisi, adaptif, dan terintegrasi, Indonesia dapat membangun fondasi geospasial yang lebih tangguh untuk menghadapi tantangan geodinamika di masa mendatang.
