Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Tiongkok Tiongkok Siap Mulai Era Komputasi Luar Angkasa, Sa...
Tiongkok

Tiongkok Siap Mulai Era Komputasi Luar Angkasa, Satelit Bakal Ditenagai AI

Tiongkok Siap Mulai Era Komputasi Luar Angkasa, Satelit Bakal Ditenagai AI

Tiongkok tengah bersiap memasuki era baru komputasi luar angkasa dengan memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI yang langsung dijalankan di satelit, di mana terobosan ini menandai perubahan besar dalam pengelolaan data dari luar angkasa secara otomatis. Jika sebelumnya satelit hanya berfungsi mengumpulkan data lalu mengirimkannya ke Bumi untuk dianalisis, kini proses berpikir dan pengambilan keputusan awal dapat dilakukan langsung di orbit. Hal ini membuka peluang pemanfaatan data yang jauh lebih cepat dan efisien, terutama untuk kebutuhan yang berkaitan dengan wilayah dan lokasi di permukaan Bumi.

Perkembangan tersebut dicapai oleh perusahaan dirgantara komersial Tiongkok, GuoXing Aerospace Technology, yang berhasil mengintegrasikan model kecerdasan buatan berskala besar Qwen3 milik Alibaba ke dalam pusat komputasi luar angkasa mereka. Model AI ini memungkinkan satelit melakukan penalaran secara mandiri tanpa harus selalu menunggu instruksi dari Bumi. Dalam uji coba, sejumlah pertanyaan dan data dikirim dari Bumi ke satelit, kemudian diproses langsung di luar angkasa, dan hasilnya dikirim kembali hanya dalam waktu sekitar dua menit. Kecepatan ini menunjukkan betapa besarnya potensi pengolahan data secara langsung di orbit.

Manfaat teknologi ini dapat dibayangkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pada pemantauan cuaca ekstrem, kebakaran hutan, banjir, atau pergerakan awan hujan. Dengan AI yang bekerja langsung di satelit, data geospasial, seperti citra permukaan Bumi, dapat dianalisis lebih cepat sehingga informasi penting bisa segera digunakan untuk peringatan dini dan pengambilan keputusan. Selain itu, pengiriman data mentah berukuran besar ke Bumi dapat dikurangi sehingga sistem menjadi lebih hemat waktu dan sumber daya.

Langkah Tiongkok ini juga menunjukkan bahwa persaingan teknologi luar angkasa kini tidak hanya soal peluncuran roket, tetapi juga soal kemampuan komputasi. Dilansir dari ANTARA, SpaceX sebelumnya juga telah meluncurkan satelit Starcloud-1 yang dibekali prosesor grafis dari Nvidia. Kondisi ini menandakan bahwa orbit Bumi rendah mulai dipandang sebagai bagian dari infrastruktur komputasi global, layaknya pusat data yang mengambang di luar angkasa.

Ke depan, GuoXing Aerospace berambisi membangun jaringan besar yang terdiri atas ribuan satelit komputasi hingga tahun 2035. Satelit-satelit tersebut akan ditempatkan di berbagai jenis orbit agar dapat menjangkau seluruh wilayah Bumi. Dengan dukungan teknologi komunikasi laser antarsatelit, jaringan ini ditargetkan mampu menyediakan daya komputasi sangat besar untuk kebutuhan AI secara global. Jika rencana ini terwujud, komputasi luar angkasa berbasis AI berpotensi menjadi fondasi baru dalam pengelolaan data geospasial dunia, dari pemantauan lingkungan hingga perencanaan pembangunan.

 

 

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!