Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mendorong percepatan pelaksanaan program Integrated Land Administration and Spatial Planning (ILASP) melalui penyediaan peta dasar skala besar. Dorongan ini mengemuka dalam audiensi yang dilakukan Kepala BIG Muh Aris Marfai dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy pada Senin, 26 Januari 2026. Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran data geospasial sebagai dasar utama perencanaan pembangunan nasional.
Baca juga: Peta Dasar Skala Besar Jadi Pilar Utama Efisiensi Pembangunan di Indonesia
Dalam pertemuan itu, Aris Marfai memaparkan capaian kinerja BIG selama lima tahun terakhir, khususnya dalam mempercepat penyediaan peta dasar skala besar di seluruh wilayah Indonesia. Ia menjelaskan bahwa percepatan tersebut tidak lepas dari inovasi pembiayaan serta pemanfaatan teknologi pemetaan terkini. Menurutnya, skema Kerja Sama Pemerintah dengan BUMN (KPBUMN) serta pelaksanaan program ILASP telah menjadi faktor kunci yang memungkinkan perluasan cakupan pemetaan secara lebih cepat dan efisien. Dengan pendekatan ini, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memiliki peta dasar skala besar dengan cakupan terluas di dunia.
Peta dasar skala besar memiliki peran yang sangat penting karena menjadi acuan utama dalam berbagai kebijakan pembangunan. Dilansir dari laman resmi BIG, peta ini digunakan sebagai dasar perencanaan tata ruang, pengelolaan lahan, mitigasi bencana, aksi iklim, hingga peningkatan kualitas layanan publik. Aris menegaskan bahwa ketersediaan peta yang akurat dan selalu diperbarui akan membantu pemerintah dalam mengambil keputusan yang lebih tepat, sekaligus mengurangi tumpang tindih pemanfaatan ruang yang sering memicu konflik di lapangan.
Untuk menanggapi pemaparan tersebut, Rachmat Pambudy menyampaikan bahwa penyediaan peta dasar merupakan tanggung jawab strategis BIG sebagai otoritas pemetaan nasional. Ia menyatakan bahwa proyek penyediaan peta dasar skala besar telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional sehingga memiliki posisi penting dalam mendukung pembangunan jangka panjang. Rachmat juga menekankan bahwa data numerik dan data spasial tidak dapat dipisahkan karena keduanya saling melengkapi dalam menghasilkan kebijakan pembangunan yang berbasis data.
Audiensi ini sekaligus menegaskan komitmen bersama BIG dan Bappenas untuk memperkuat kerja sama lintas sektor. Kedua lembaga sepakat mendorong terwujudnya ekosistem data geospasial nasional yang terintegrasi, mutakhir, dan mudah dimanfaatkan. Dengan dukungan peta dasar skala besar melalui program ILASP, pembangunan nasional diharapkan dapat berjalan lebih terarah, inklusif, dan berkelanjutan.