Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Kesehatan Kemenkes dan BSN Siapkan Smart Hospital untuk Sist...
Kesehatan

Kemenkes dan BSN Siapkan Smart Hospital untuk Sistem Kesehatan Terpadu dan Merata

Kemenkes dan BSN Siapkan Smart Hospital untuk Sistem Kesehatan Terpadu dan Merata

Transformasi digital di sektor kesehatan kini memasuki babak baru. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Standardisasi Nasional (BSN) sedang menyiapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) Smart Hospital sebagai acuan dalam pembangunan rumah sakit modern berbasis teknologi. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan sistem kesehatan yang lebih efisien, aman, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

Pengembangan SNI Smart Hospital melibatkan berbagai pihak, seperti Perkumpulan Teknik Pelayanan Kesehatan Indonesia (PTPI), industri, akademisi, dan lembaga terkait lainnya. Tujuannya adalah membangun rumah sakit yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga terintegrasi secara data dan layanan.

Dengan pendekatan geospasial, standar ini memungkinkan pemerintah memetakan sebaran fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia secara real-time, mulai dari kapasitas rumah sakit, jumlah tenaga medis, hingga ketersediaan ruang ICU. Dengan sistem seperti ini, pengambilan keputusan bisa lebih cepat dan tepat, terutama dalam kondisi darurat, seperti wabah penyakit atau bencana alam.

Menurut data CEOWORLD Magazine tahun 2024, Indonesia berada di peringkat 39 dari 110 negara dalam Indeks Layanan Kesehatan, dengan nilai infrastruktur dan tenaga medis masih di bawah rata-rata. Laporan Statice Health International juga mencatat bahwa lebih dari 60 persen masyarakat Indonesia belum memiliki akses ke fasilitas kesehatan primer.

Kondisi ini memperlihatkan perlunya pemerataan layanan kesehatan yang bisa dilakukan melalui pemanfaatan peta spasial nasional. Dengan sistem informasi berbasis lokasi, pemerintah dapat dengan mudah mengetahui wilayah mana yang kekurangan fasilitas medis dan segera mengarahkan sumber daya ke sana.

Dilansir dari Technologyindonesia.id, Pelaksana Tugas Kepala BSN, Y. Kristianto Widiwardono, menyampaikan bahwa penyusunan SNI Smart Hospital sejalan dengan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden 2025–2029, yang menargetkan hadirnya rumah sakit kabupaten/kota yang lengkap dan modern. Standar ini dirancang berdasarkan kesepakatan bersama seluruh pemangku kepentingan agar bisa diterapkan secara nasional dan selaras dengan standar internasional. Harapannya, rumah sakit di Indonesia tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga mampu menarik pasien dari luar negeri melalui layanan berstandar global.

Dengan adanya SNI Smart Hospital, sistem kesehatan nasional diharapkan menjadi lebih terhubung dan efisien. Pendekatan geospasial yang diterapkan di dalamnya akan membantu pemerintah melihat gambaran besar tentang distribusi pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia. Inisiatif ini bukan hanya soal teknologi, melainkan juga tentang keadilan akses, agar setiap warga, di mana pun mereka tinggal, dapat menikmati layanan kesehatan yang aman, bermutu, dan setara.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login dan berlangganan untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!