Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis dari Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui keberhasilan Tim Tycoon meraih First Prize dalam ajang Global Sustainability Challenge tahap Regional Final. Kompetisi yang diselenggarakan pada 17–18 Januari di Zhejiang University, Hangzhou, Tiongkok ini diikuti oleh 66 tim dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik. Capaian tersebut menegaskan peran aktif mahasiswa UGM dalam menghadirkan solusi keberlanjutan berbasis riset dan inovasi yang relevan dengan tantangan global.
Tim Tycoon merupakan tim kolaboratif lintas disiplin dan lintas negara yang terdiri atas tiga mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM serta satu mahasiswa Ilmu Komputer, yang diperkuat oleh dua mahasiswa dari The Hong Kong University of Science and Technology. Kolaborasi ini mencerminkan pendekatan multidisipliner yang menjadi fondasi penting dalam pengembangan solusi keberlanjutan, khususnya ketika dihadapkan pada persoalan kompleks, seperti mitigasi dan manajemen bencana, yang membutuhkan integrasi aspek teknologi, sosial, dan spasial.
Inovasi yang ditawarkan Tim Tycoon berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di negara dengan tingkat kerentanan tinggi, seperti Indonesia. Solusi tersebut mengombinasikan aplikasi berbasis mobile dengan pemanfaatan teknologi drone. Penggunaan drone memungkinkan pemetaan wilayah terdampak bencana secara cepat dan akurat sehingga data spasial yang dihasilkan dapat digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan, keterjangkauan wilayah, serta penentuan prioritas distribusi bantuan darurat.
Aplikasi mobile yang dikembangkan berfungsi sebagai media koordinasi dan penyebaran informasi di antara masyarakat, relawan, dan pemangku kepentingan. Integrasi data spasial dalam aplikasi ini memungkinkan visualisasi kondisi lapangan berbasis peta, termasuk lokasi terdampak, jalur evakuasi, dan titik distribusi logistik. Pendekatan ini mendorong pengambilan keputusan berbasis lokasi yang lebih efektif, sekaligus meningkatkan literasi spasial masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
