Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Kampus ITB Umumkan 5 Inovasi di Bidang Geospasial Berbasi...
Kampus

ITB Umumkan 5 Inovasi di Bidang Geospasial Berbasis AI

ITB Umumkan 5 Inovasi di Bidang Geospasial Berbasis AI

Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menegaskan perannya sebagai salah satu pusat pengembangan ilmu dan teknologi geospasial di Indonesia melalui penyelenggaraan seminar internasional bertajuk Bridging Heritage, AI, and Cadastre: International Perspectives on 3D Geospatial Research. Kegiatan yang digagas oleh ITB melalui Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ini mempertemukan pakar geomatika dari Italia, Prancis, dan Indonesia untuk membahas perkembangan mutakhir teknologi geospasial tiga dimensi. Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat jejaring internasional sekaligus menampilkan lima inovasi utama ITB di bidang geospasial yang relevan dengan tantangan pengelolaan ruang modern. Lima temuan tersebut di antaranya sebagai berikut.

1. AI dan Deep Learning untuk Pemetaan 3D

Inovasi pertama yang mengemuka adalah pemanfaatan kecerdasan buatan dan deep learning dalam pemetaan 3D. Pendekatan ini menunjukkan bahwa berbagai persoalan klasik dalam geomatika, seperti pencocokan citra, ekstraksi titik ikat, hingga rekonstruksi model 3D, kini dapat diselesaikan secara lebih efisien. Integrasi teknologi vision transformer juga memperluas kemampuan analisis citra udara karena pengguna dapat menelusuri objek tertentu melalui perintah berbasis bahasa. Hal ini menandai pergeseran penting dari proses manual menuju analisis geospasial yang lebih adaptif dan otomatis.

2. Dokumentasi Warisan Budaya Berbasis 3D

Inovasi kedua berkaitan dengan dokumentasi warisan budaya berbasis 3D yang makin presisi. Perkembangan teknologi pencatatan, dari fotogrametri konvensional hingga penggunaan mobile mapping system dan kamera 360 derajat, memungkinkan pendokumentasian objek cagar budaya dalam skala yang lebih luas dan detail. Dalam konteks analisis geospasial, akurasi orientasi data menjadi faktor penentu karena kesalahan geometrik pada tahap awal akan berdampak pada keseluruhan kualitas model 3D yang dihasilkan.

3. Digital Twin dan Tantangan Semantik

Selanjutnya, inovasi ketiga menyoroti integrasi dokumentasi 3D dengan konsep digital twin. Pergeseran dari model berbasis mesh menuju representasi neural, seperti Gaussian Splatting, menghasilkan visualisasi yang sangat realistis. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan informasi semantik. Oleh karena itu, riset diarahkan untuk menyematkan makna dan atribut spasial ke dalam model 3D agar dapat dimanfaatkan lintas disiplin, termasuk dengan mengintegrasikan sensor Internet of Things untuk memprediksi pengaruh iklim terhadap objek warisan budaya.

4. Integrasi LiDAR dan Fotogrametri Situs Majapahit

Inovasi keempat ditunjukkan melalui dokumentasi digital Situs Majapahit dengan menggabungkan teknologi LiDAR, fotogrametri drone, dan data GNSS presisi tinggi. Integrasi multisensor ini memungkinkan pemodelan struktur yang sebagian besar tertutup tanah tanpa merusak situs. Data yang dihasilkan kemudian dikembangkan menjadi aplikasi augmented reality dan model cetak 3D sehingga memperluas fungsi geospasial tidak hanya untuk riset, tetapi juga edukasi.

5. Kadaster 3D Berbasis Kecerdasan Buatan

Inovasi kelima berfokus pada pengembangan kadaster 3D berbasis kecerdasan buatan. Kompleksitas data pertanahan, terutama di wilayah perkotaan dengan bangunan bertingkat dan kepemilikan bertumpuk, menuntut pendekatan baru yang lebih efisien. Dengan dukungan AI, proses ekstraksi objek, identifikasi batas ruang, hingga pembentukan model kadaster 3D dapat dilakukan secara lebih akurat. Secara keseluruhan, lima inovasi ini menunjukkan arah masa depan geospasial ITB yang tidak hanya berorientasi pada visualisasi, tetapi juga pada integrasi data spasial untuk mendukung pengambilan keputusan tata ruang yang berkelanjutan.

Lima inovasi dari ITB ini, menegaskan bahwa masa depan geomatika tidak hanya bertumpu pada visualisasi 3D, tetapi pada integrasi data fisik, lingkungan, dan sosial. Melalui lima inovasi tersebut, ITB memperkuat perannya sebagai pusat unggulan pengembangan teknologi geospasial dan analisis spasial 3D untuk mendukung pengambilan keputusan tata ruang yang berkelanjutan di Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login dan berlangganan untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!