Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Brasil Seorang Petani Ubah Drone Jadi Kendaraan Pribadi
Brasil

Seorang Petani Ubah Drone Jadi Kendaraan Pribadi

Seorang Petani Ubah Drone Jadi Kendaraan Pribadi

Aksi tak lazim yang dilakukan oleh Hudson Vinicius, seorang pilot drone pertanian asal Brasil, menyedot perhatian publik setelah videonya viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, ia terlihat memanfaatkan drone pertanian bukan untuk menyemprot tanaman atau memetakan lahan, melainkan sebagai sarana mobilitas pribadi di area perkebunan.

Dengan duduk di bagian drone yang umumnya difungsikan sebagai tangki cairan, Hudson mengendalikan wahana tersebut menggunakan remote hingga lepas landas dan membawanya terbang stabil untuk mengambil air. Peristiwa ini memunculkan kekaguman sekaligus kekhawatiran karena memperlihatkan bagaimana teknologi pertanian dapat dimanfaatkan di luar fungsi awalnya.

Jika ditelaah, tindakan tersebut tidak dapat dilepaskan dari karakter ruang pertanian di wilayah Pará, yang dikenal memiliki bentang lahan luas, terpencar, dan sering kali sulit diakses melalui jalur darat. Dalam konteks seperti ini, drone pertanian memang hadir sebagai solusi spasial untuk menjembatani jarak, mempercepat mobilitas alat, serta meningkatkan efisiensi kerja di area yang infrastrukturnya terbatas. Namun, solusi tersebut dirancang dengan asumsi bahwa drone beroperasi tanpa awak manusia sehingga ruang udara diperlakukan sebagai jalur kerja mesin, bukan sebagai ruang transportasi manusia.

Drone pertanian modern sendiri telah berkembang menjadi elemen strategis dalam pertanian presisi. Dilansir dari Click Oil and Gas, drone tersebut mampu membawa beban 100 kg, menyemprot hingga 34 hektar per jam, dan memiliki sensor untuk mengurangi risiko. Teknologi ini dirancang untuk meminimalkan risiko operasional di ruang geografis yang kompleks. Meski demikian, seluruh sistem keselamatan dan pemodelan risikonya dibangun berdasarkan beban mati dan cairan, bukan tubuh manusia. Ketika manusia ditempatkan sebagai muatan maka asumsi teknis tersebut runtuh dan membuka potensi bahaya yang tidak terpetakan secara spasial.

Hal yang dilakukan oleh Hudson Vinicius akhirnya menyoroti batas tipis antara kreativitas dan tanggung jawab dalam pemanfaatan teknologi pertanian digital. Ketiadaan informasi pasti mengenai lokasi koordinat penerbangan, kondisi keamanan, serta kepatuhan terhadap regulasi memperluas perdebatan publik. Teknologi memang dapat mengubah cara manusia berinteraksi dengan lahan, tetapi tanpa batas yang jelas, ruang pertanian berisiko bergeser dari area produktif menjadi arena eksperimen berbahaya.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!