Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Kampus Dosen UINSU Jadi Delegasi Tunggal Indonesia di Aja...
Kampus

Dosen UINSU Jadi Delegasi Tunggal Indonesia di Ajang SIG Internasional India

Dosen UINSU Jadi Delegasi Tunggal Indonesia di Ajang SIG Internasional India

Syafran Arrazy, dosen Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan, terpilih sebagai perwakilan tunggal Indonesia dalam ajang internasional bertajuk “17th Course in Geographic Information System for Geoscientists” di Hyderabad, India. Pelatihan intensif ini berlangsung mulai 7 hingga 27 Januari 2026 di bawah naungan Kementerian Luar Negeri India melalui program The Indian Technical and Economic Cooperation (ITEC).

Kegiatan yang dipusatkan di Geological Survey of India Training Institute (GSITI), Center for Geoinformation Management Training (CGMT) ini, mempertemukan akademisi dan praktisi dari 19 negara. Kehadiran utusan UINSU dalam forum tersebut mempertegas peran aktif akademisi Indonesia dalam pengembangan teknologi geospasial di kancah global.

Rektor UIN Sumatera Utara Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian tersebut. Ia menilai keterlibatan dosen UINSU dalam program ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat daya saing universitas di tingkat internasional. “Partisipasi dosen UINSU dalam pelatihan GIS internasional ini merupakan bukti nyata komitmen UIN Sumatera Utara dalam mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta penguatan jejaring akademik global,” ujar Prof. Nurhayati, dikutip dari laman resmi UINSU. Ia juga berharap, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama program dapat ditransformasikan ke dalam kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan UIN Sumatera Utara.

Dosen UINSU Jadi Delegasi Tunggal Indonesia di Ajang SIG Internasional India - Gambar 1
Dosen UIN Sumatera Utara Medan, Syafran Arrazy, bersama Rektor UINSU, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag.

Selama tiga minggu penuh, Syafran Arrazy bersama peserta dari berbagai negara, seperti Thailand, Palestina, Irak, hingga Ekuador, mendalami materi komprehensif mengenai sistem informasi geografis (geographic information system—GIS). Materi tersebut mencakup manajemen geodatabase serta analisis data spasial tingkat lanjut.

Kurikulum pelatihan dirancang secara aplikatif melalui berbagai sesi latihan praktis (hands-on exercise). Peserta mempelajari penggunaan Digital Elevation Model (DEM), pembuatan peta dengan perangkat lunak open-source, pemetaan mineral, hingga analisis kerentanan tanah longsor. Selain teori di kelas, program ini memfasilitasi kunjungan ke pusat layanan informasi kelautan India INCOIS untuk mempelajari sistem informasi geografis kelautan serta praktik pemetaan bergerak di Survey of India (SOI).

Dosen UINSU Jadi Delegasi Tunggal Indonesia di Ajang SIG Internasional India - Gambar 2
Syafran Arrazy mempresentasikan proyek mandiri yang mengimplementasikan materi pelatihan sebagai syarat kelulusan dalam mengikuti 17th Course in Geographic Information System for Geoscientists di Hyderabad, India.

Uniknya, program ini turut menggabungkan aspek teknis dengan pengenalan budaya lokal India atau Indian Knowledge System. Di sela jadwal materi yang padat, para peserta mengikuti sesi yoga dan mengunjungi berbagai situs warisan budaya di sekitar Hyderabad untuk memahami kearifan lokal setempat.

Sebagai syarat kelulusan, setiap peserta wajib menyelesaikan proyek mandiri yang mengimplementasikan ilmu yang telah didapat selama pelatihan. Rangkaian kegiatan ditutup dengan partisipasi para delegasi dalam perayaan Republic Day India pada 26 Januari. Program berakhir secara resmi pada 27 Januari 2026 setelah sesi presentasi proyek, evaluasi akhir, dan acara penutupan.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!