MotoGP diakui sebagai salah satu kejuaraan balap motor tertua di dunia dan telah memikat jutaan penggemar sejak pertama kali digelar pada 1949. Hingga kini, MotoGP terdiri atas sekitar 19 seri balapan yang berlangsung dari Maret hingga November, menyambangi lebih dari 16 negara di berbagai benua. Kejuaraan ini dipandang sebagai puncak balap motor dunia karena menggunakan motor prototipe paling canggih dan tercepat, sekaligus menghadirkan pembalap-pembalap dengan karakter kuat, berani, dan penuh determinasi. Aksi salip-menyalip di tikungan tajam, kecepatan ekstrem di lintasan lurus, serta drama perebutan posisi hingga garis finis selalu menjadi tontonan yang memacu adrenalin.
Namun, di balik hiruk-pikuk adu kecepatan yang kita nikmati dari layar televisi, tersimpan peran besar teknologi geospasial yang bekerja diam-diam. Pemanfaatan teknologi geospasial ini berangkat dari kebutuhan untuk menceritakan balapan secara lebih menyeluruh. Dorna Sports, selaku pemegang hak komersial dan siaran MotoGP, menyadari bahwa satu balapan memuat begitu banyak cerita yang terjadi secara bersamaan.
Pergerakan puluhan motor, perubahan posisi dalam hitungan detik, hingga strategi pembalap yang berbeda-beda mustahil dipahami hanya dari satu sudut kamera. Oleh karena itu, sejak 2003, Dorna menggandeng Vislink dan Vizrt untuk menghadirkan siaran yang lebih kaya data. Kolaborasi ini kemudian menjadi fondasi integrasi teknologi visual dan geospasial yang kini tak terpisahkan dari pengalaman menonton MotoGP modern.
Lantas, bagaimana teknologi geospasial bekerja di balik lintasan MotoGP hingga setiap aksi adu kecepatan, manuver ekstrem, dan overtaking berisiko tinggi di tiap tikungan dapat tersaji begitu jelas dan mudah dipahami oleh penonton dari rumah?
Data Diterima dari Motor Lalu Diolah untuk Penonton Dirumah
Dalam siaran MotoGP masa kini, alur data menjadi kunci utama. Dilansir dari Sportsmint Media, Vislink berperan mengirimkan data dan video secara nirkabel langsung dari lintasan balap. Setiap motor pembalap dilengkapi kamera dan sensor yang merekam kondisi balapan secara real time. Data tersebut mencakup gambar dari kamera on-board, posisi motor di lintasan, kecepatan, hingga berbagai informasi teknis lain. Seluruh data ini dikirim melalui jaringan nirkabel berkecepatan tinggi menuju tim broadcasting. Sistem ini dirancang tetap stabil meski digunakan di berbagai sirkuit dunia dengan karakter lintasan yang berbeda-beda dan dalam kondisi balapan yang sangat cepat.
Data mentah yang berhasil dikirim oleh Vislink kemudian diolah oleh Vizrt. Di sinilah teknologi geospasial bekerja lebih dalam. Vizrt mengubah data posisi dan pergerakan motor menjadi grafis visual yang muncul di layar televisi. Penonton dapat melihat peta lintasan dengan posisi pembalap yang terus bergerak, informasi kecepatan, selisih waktu antarpembalap, hingga sudut kemiringan motor saat menikung. Semua informasi tersebut ditampilkan secara langsung dan mengikuti dinamika balapan sehingga penonton tidak hanya menonton, tetapi juga memahami apa yang sedang terjadi di lintasan.
Salah satu teknologi penting yang membuat tayangan MotoGP terasa hidup adalah motion tracking. Teknologi ini memungkinkan grafis informasi “menempel” pada motor yang sedang melaju. Saat pembalap berakselerasi di lintasan lurus atau mengambil risiko besar di tikungan tajam, data seperti kecepatan dan sudut kemiringan motor akan ikut bergerak mengikuti motor tersebut. Hasilnya, informasi yang tampil di layar kaca terasa menyatu dengan aksi balapan. Visual inilah yang akhirnya membantu penonton memahami betapa ekstremnya manuver yang dilakukan para pembalap MotoGP di lintasan.
Tontonan Imersif Berkat Teknologi Geospasial
Kolaborasi antara Dorna Sports, Vislink, dan Vizrt pada akhirnya membentuk ekosistem siaran MotoGP yang stabil, padat data, tetapi tetap mudah dicerna. Kehadiran kamera on-board, sensor, grafis real-time, serta teknologi motion tracking membuat setiap aksi pembalap memiliki konteks yang jelas. Penonton tidak hanya mengetahui siapa yang memimpin atau tertinggal, tetapi juga memahami proses di baliknya, mulai dari strategi, kecepatan, hingga risiko yang diambil di setiap tikungan.
Ke depan, perkembangan teknologi geospasial diperkirakan akan makin memperkaya pengalaman menonton MotoGP. Visualisasi data yang lebih detail, analisis yang lebih mendalam, serta integrasi teknologi baru berpotensi membuat penonton merasa kian dekat dengan dinamika balapan. Dengan begitu, MotoGP bukan sekadar tontonan adu kecepatan, melainkan juga pengalaman visual berbasis data yang imersif, yang mampu menghadirkan atmosfer sirkuit langsung ke penonton melalui layar kaca.