Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Kampus Dorong Literasi Geospasial dan Kebencanaan untuk P...
Kampus

Dorong Literasi Geospasial dan Kebencanaan untuk Pelajar, UGM Resmi Gelar OLGENAS 2026

Dorong Literasi Geospasial dan Kebencanaan untuk Pelajar, UGM Resmi Gelar OLGENAS 2026

Literasi geospasial menjadi kompetensi penting yang perlu diperkenalkan sejak bangku sekolah di tengah meningkatnya kompleksitas persoalan kebencanaan, perubahan iklim, dan ketimpangan pembangunan wilayah. Pemahaman terhadap ruang, peta, serta hubungan antara manusia dan lingkungannya dinilai mampu membentuk cara pandang generasi muda yang lebih kritis dan adaptif. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali resmi menggelar Olimpiade Geografi Nasional (OLGENAS) International Geolympiad tahun 2026 sebagai ajang edukatif sekaligus kompetitif bagi pelajar dari berbagai daerah dan negara.

OLGENAS merupakan kompetisi geografi tahunan yang dirancang tidak sekadar untuk menguji kemampuan akademik, tetapi juga mengasah kemampuan analisis geospasial peserta dalam membaca fenomena wilayah secara komprehensif. Melalui pendekatan ini, pelajar diajak untuk memahami bagaimana kondisi fisik suatu wilayah, dinamika sosial, serta aktivitas manusia saling berinteraksi dan membentuk risiko maupun peluang pembangunan. Tema yang diangkat pada tahun ini, "Geodiversity Strategies for Sustainable Communities", menegaskan pentingnya strategi pemanfaatan keragaman geologi untuk membangun komunitas yang berkelanjutan dan tangguh terhadap bencana.

Tema tersebut diarahkan pada upaya hidup harmonis dengan potensi bencana melalui pemanfaatan sumber daya alam yang ada di sekitar masyarakat. Salah satu rangkaian kegiatan utama adalah GeoTalk yang berfokus pada eksplorasi potensi kawasan Ring of Fire. Diskusi ini mengkaji wilayah-wilayah yang dilalui cincin api Pasifik dari sudut pandang pariwisata, warisan alam, serta risiko kebencanaan.

Gambar 1

Dilansir dari RRI.co.id, OLGENAS 2026 juga menghadirkan perspektif internasional dan nasional melalui kehadiran Yohei Batas sebagai pakar vulkanologi serta pembicara nasional dari kalangan aktivis geopark dan geowisata. Sesi-sesi diskusi difokuskan pada karakteristik Ring of Fire, ancaman yang menyertainya, serta peran masyarakat dan komunitas lokal dalam mengelola pariwisata secara berkelanjutan. Pendekatan ini memperkuat pemahaman bahwa pengelolaan wilayah rawan bencana membutuhkan kebijakan berbasis data spasial dan partisipasi masyarakat.

Selain aspek akademik, penyelenggaraan OLGENAS juga mengedepankan komitmen lingkungan dengan menerapkan konsep zero emission dan pengurangan sampah plastik. Peserta diwajibkan membawa tumbler pribadi, memilah sampah, serta memanfaatkan fasilitas pengisian ulang air minum sebagai bentuk edukasi nyata terkait isu perubahan iklim.

Gambar 2

Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, 19–23 Januari 2026, di Auditorium RAPI Fakultas Geografi UGM secara luring dan disiarkan daring, dengan berbagai perlombaan yang menyasar pelajar SMP dan SMA. Meningkatnya jumlah peserta, termasuk dari luar negeri, menunjukkan bahwa OLGENAS kian diakui sebagai wadah strategis dalam mendorong literasi geospasial dan kesadaran kebencanaan generasi muda.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login dan berlangganan untuk memberikan komentar.

Komentar (1)


Dydik Setyawan
Dydik Setyawan
1 hari yang lalu

Mantapss